Selasa, 15 September 2009

Bulan Ramadhan

Nama : Shafira Elva Ardelia
Kelas : V B

Bulan Ramadhan tahun 1430 Hijriah telah tiba. Seluruh umat islam menyambut bulan ini dengan bahagia karena bulan ini adalah bulan yang penuh berkah dan rahmat. Di Bulan Ramadhan ini semua umat Islam diwajiban untuk menjalankan ibadah puasa selama 1 bulan penuh.
Pada saat malam pertama, aku, mamaku, papaku, dan adikku shalat tarawih di masjid dekat rumahku. Alhamdulilah banyak sekali yang melakukan shalat tarawih di mesjid itu. Bukan hanya malam pertama saja, pada malam berikutnya pun kami juga shalat di berjama’ah di masjid.
Waktu sahur, mamaku bangun lebih dahulu, karena mamaku sendiri yang menyiapkan makanan. Setelah semua siap mamaku baru membangunkan aku dan papaku. Adikku belum berpuasa karena masih kecil. Selama bulan puasa ini aku tidur lebih cepat supaya tidak susah di bangunkan saat sahur
Pada saat puasa pertama, aku merasa sangat lapar dan haus. Apalagi pada saat pulang sekolah cuaca sangat panas sekali. Walaupun aku merasa lapar dan haus alhamdulilah aku bisa menahannya dan puasaku penuh juga.
Menjelang buka puasa biasanya aku menonton acara TV sambil menunggu azan maghrib. Setelah terdengar azan aku minum teh manis hangat dan makan makanan kecil. Setelah itu aku shalat maghrib bersama mama dan papa. Kadang- kadang aku juga shalat sendiri.
Walaupun puasa aku tidak mengurangi jadwal lesku yang seperti biasa, justru aku menambah kegiatan membaca Al-Qur’an, dan tadarus. Memang kadang-kadang aku merasa ngantuk. Kegiatan yang paling aku tunggu-tunggu di sekolah adalah pesantren kilat karena dari pagi sampai malam aku bisa merasakan bagaimana menjalankan puasa bersama teman-teman, dan guru-guru di sekolah. Selain itu aku juga dapat makan bersama dengan mereka juga.
Entah mengapa di Bulan Ramadhan kali ini aku merasa lebih menikmati, dan lebih mendalami arti puasa. Semoga puasa tahun depan aku akan lebih menikmati dan mendalami lagi arti puasa.

" Mengenal puasa”

Oleh : Aida Nabila (noni)

Tak dapat ditolak kenyataan bahwa ibadah shaum atau puasa merupakan ibadah yang paling berat bagi anak-anak. Kewajiban untuk menahan lapar dan haus memberikan impresi bahwa puasa tak lain daripada siksaan. Oleh karena itu menjadi penting untuk mengantarkan anak-anak kepada keyakinan bahwa puasa adalah tantangan untuk membersihkan diri dan jalan menuju kesenangan yang luar biasa. Pesan tersebut disampaikan melalui percakapan antara Nita dan Nisa dibawah ini.
Nisa dan Nita sedang memandangi tenda yang baru saja mereka dirikan. 'asyik ya, aku rasa aku akan betah di sini" kata Nita. "sekarang kita mengumpulkan ranting-ranting kayu untuk membuat api unggun, dengan demikian aku bisa memasak untuk makan malam kita.''Kata Nisa. Setelah mengumpulkan , Nisa berusaha menyalakan api unggun. Namun,tampaknya api tidak segera menyala. Nita melihat Nisa kesulitan menyalakan api. Dengan khawatir Nita bertanya,’’kalau api tak juga menyala,aku tidak mendapat makan malam ya..??’’ Kata Nita. ”Anggap saja latihan berpuasa,setuju?” jawab nisa sambil tersenyum menggoda, sementara itu Nisa berhasil menyalakan api. Setuju deh Nis, tetapi puaa itu apa ya?” kata Nita heran. ”O iya, aku belum prnah menceritakan tentang puasa ya?” Tanya Nisa. ”Ceritakan dong, walaupun aku tidak jadi puasa malam ini..” Sahut Nita seraya mengintip isi panci. Sambil menunggu makanan matang, Nisa mulai bercerita. ”puasa atau shaum adalah tidak makan dan tidak minum…tapi tidak terus menerus kok Nit. Hanya dari terbit hingga terbenamnya matahari. Jadi dari saat shubuh hingga magrib.” Kata Nisa.”hmm…lama juga ya.. pasti aku kelaparan dan kehausan deh.” Timpal Nita. ”Perjuangan dalam ibadah puasa memang menahan lapar dan haus,’ Jelas Nisa. ”kok aneh Nis,? bukankah Allah menciptakan makanan dan minuman untuk manusia?” Tanya Nita Heran. ”puasa adalah kesempatan bagi kita untuk mengenali kemampuan diri kita sendiri. Apakah kita mampu mematuhi perintah Allah untuk melakukan sesuatu yang tidak menyenangkan menurut kita? Apakah kita mampu menahan lapar dan haus karena kita ingin mematuhi perintah Allah?” Jelas Nisa. ”Nita sayaang sekali kepada Allah.Nita ingin slalu mematuhi Allah. Tetapi,kalau harus kelaparan dan kehausan….” “Bila Nita betul-betul mencintai dan mematuhi Allah, Nita dengan ikhlas menahan lapar dan haus untuk Allah, tegas Nisa. ”Seperti Nita ikhlas mematuhi ibu untuk membereskan kamar sendiri,ya Nis?” Tanya Nita mengharap persetujuan Nisa. “Betul sekali. Selain itu membereskan tempat tidur,menyapu dan mengepel kamar bukan pekerjaan yang menyenangkan dan mudah kan?” Tanya Nisa sambil tersenyum. “Iya, apalagi kalau mainan Nita berserakan dimana-mana.. ”Tetapi bila kamar Nita sudah bersih dan rapi, Nita merasa senang . iya kan?” Nita mengganggukan kepalanya dengan yakin sambil berkata “Iya Nis, tidurpun jadi lelap sekali.” “Nah, berpuasa adalah ibadah yang berat. Untuk bisa berpuasa, Nita harus sehat dan sabar. Banyak hal yang menyenangkan yang bisa diperoleh bila kita menjalankan puasa dengan baik..” Sambil keheranan Nita memotong “O ya? Apa saja Nis?” “Ketika mengakhiri puasa saat Maghrib, yaitu berbka puasa, Nita akan merasakan kenikmatan makan dan minum. Jauh lebih nikmat daripada makan dan minum sehari-hari.. jelas Nisa. Wah, Nita jadi ingin mencoba berbuka puasa, komentar Nita penuh semangat. Kalau begitu, Nita bisa sekaligus mencoba berpuasa. Bila Nita berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan, Allah akan menghadiahi Nita pengampunan dosa-dosa yang telah Nita lakukan, jelas Nisa. Jadi, dosa Nita habis semua? Nita sama sekali tidak berdosa? Tanya Nita tambah semangat. Iya Nit, tapi puasa yang Nita lakukan harus benar-benar sempurna kata Nisa memancng pertanyaan Nita. Puasa yang sempurna itu menahan haus dan lapar kan Nis? Selain itu NItajuga harus bisa menahan marah dan kesal, tidak berbohong, tidak menjelek-jelekkan dan menyakiti orang lain, serta menjalankan ibadah lain dengan bersungguh-sungguh, tutur Nisa. Ibadah sholat, Nis? Tanya Nita lagi. Shalat wajib yang lima waktu, shalat sunah tarawih pada malam hari, membaca al-Qur’an, berdo’a, bersedekah dan membayar zakat. Nita sudah bisa sholat, berdo’a dan bersedekah. Membaca al-Qur’an dan membayar zakat Nita belum bisa, Nis. Apakah itu berarti Nita belu boleh berpuasa, Nis? Tanya Nita khawatir. Nita boleh mencoba berpuasa. Bulan Ramadhan nanti, kita berpuasa ya? Nita bisa mulai ikut sahur, yaitu makan menjelang fajar sebelum saat subuh. Bila kemudian pukul 9 pagi Nita sudah tidak kuat menahan lapar dan haus, Nita bisa berbuka puasa, lalu mulai berpuasa lagi dan kembali melanjutkan puasa. Selanjutnya perlahan-lahan Nita akan kuat berpuasa sehari penuh. Nita agak meragukan kemampuannya sendiri untuk berpuasa. Namun ia ingin sekali mematuhi Allah yang dicintainya. Akhirnya “Oke Nis, tapi Nisa ajarkan juga Nita membaca al-Qur’an dan membayar zakat ya, Nis? Tentu saja anakanis. Apakah sekarang Nita sudah kenyang? Sahut Nisa. Sudah Nis, Alhamdulillaah, jawab Nita. Kelihatannya udah waktu Isya. Yuk kita berwudhu di sungai, ajak Nisa. Dengan gembira Nita berlari ke sungai, “Asyiiiikkk….!”

Ramadhan yang Asyik

Oleh fathiafif Mahasin


Besok adalah Bulan Ramadhan. Hari ini Doni Shalat Tarawih yang pertama bersama teman-temannya. Esoknya,Doni sahur bersama keluarganya, termasuk adiknya yang juga ikut sahur. Sehabis makan, Doni mendengar suara Adzan Subuh, berarti itu tandanya sudah memasuki waktu berpuasa. Kemudian, Doni Shalat Subuh. Paginya, Doni mandi dan bersiap untuk berangkat sekolah. Di sekolah, kegiatan sehari-hari berubah. Ada membaca Al-Qur’an, menghapal surat-surat yang ada di Al-Qur’an, belajar tentang Agama Islam, dll. Pulang sekolah, Doni merasa haus. Ditambah lagi hari ini panas sekali. 5 jam kemudian Waktu buka puasa tiba. Doni berbuka dengan minum teh dan makan kolak.
Hari ke-15 Bulan Ramadhan, Hari ini Doni menginap dirumah tantenya. Doni bersahur bersama sepupu-sepupunya. Saat waktu puasa, Doni bermain bersama sepupu-sepupunya. Doni tidak bermain sepak bola seperti biasanya, karena bermain sepak bola membuat kita menjadi dehidrasi (haus). Doni bermain catur, congklak, halma, dll. Selain bermain, Doni juga membaca Al-Qur’an bersama sepupu-sepupunya. Saat berbuka, Doni berbuka dengan teh, es buah, kolak,dll. Doni juga Shalat Tarawih bersama.
Hari ke-30 Bulan Ramadhan. Besok sudah lebaran. Ibu Doni sibuk membuat kue lebaran. Sementara, Doni membantu ayahnya mengecat dan membersihkan rumah. Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Para tamu-tamu berdatangan ke rumah Doni untuk saling memaafkan. Tidak lupa, hadiah untuk Doni yang di Bulan Ramadhan puasanya penuh. Hadiahnya yaitu Al-Qur’an dan Baju lebaran.

- T A M A T -

Fathiafif Mahasin