Marsya Farah Fauzia
Kelas : 5B
" Aisyah... Aisyah... " Seseorang memanggil Aisyah dari jarak yang sangat jauh. Aisyah melongok ke sela-sela cabang pohon disekelilingnya. Kosong... " Aisyah !!! " Tiba-tiba suara itu mengeras dan hampir menulikan telinga Aisyah. " WAAA !!! " Aisyah terbangun. Dilihatnya kak Fatimah bertolak pinggang sambil melotot. " Hehehe... Gak taunya kak Fatimah, toh... " Aisyah cengengesan. " Aisyah, cepet mandi, dan pake baju muslim terbagus kamu !!! " Perintah kak Fatimah. Aisyah melongok handphone baru-nya yang bermerek nexian. " Whatttt ??? Kak Fatimah yakin... Ini tuh baru jam setengah 5.... hahahaha... " Aisyah tertawa dengan kerasnya.
" Kamu lihat, dong, tanggalnya... " Bunda yang tengah beres-beres kamar tamu melewati kamar Aisyah. Aisyah melongok lagi hape baru-nya. "TANGGAL 20!!! LEBARAN!!! YEEE..." Sorak Aisyah. Kak Fatimah hanya tersenyum kecut dan mencubit gemas pada adiknya yang sangat manis itu.
Aisyah buru-buru mandi dan memilih-milah baju terbagusnya." Nah... Ini dia... " Akhirnya pilihan Aisyah jatuh pada baju muslim bermanik-manik warna ungu. Segera Aisyah memakai baju itu. Lalu mematut-matut dirinya di cermin. " Caelah, neng... Neng... " Kata bi Nunung yang membantu bunda beres-beres. Aisyah pun tersipu-sipu malu. Kak Fatimah masuk. " Nih, Syah... Kakak udah bongkar-bongkar lemari kakak cari ini... " Kak Fatimah menyerahkan sebuah bros kupu-kupu ungu hadiah dari Almarhum Ayah yang sangat mahal.
Kak Fatimah mencium bros itu, lalu mulai memasangkannya pada jilbab Aisyah. Aisyah tersenyum manis... sekali. " Yuk, ke rumah kakek dan nenek ! " Sorak Aisyah. Bunda membetulkan jilbabnya lagi dan merapihkan peralatan shalat ied nanti. " Ayo!!! " Sahut bunda setelah selesai rapih-rapih.
" Kakek... Nenek... " Aisyah dan kak Fatimah berlari berebutan cium tangan pada kakek dan nenek. Tante Santy dan om Firdan telah menunggu sedari tadi. Tante Santy dan keluarganya memang tinggal di rumah kakek dan nenek karena rumahnya yang mahal dibakar perusahaan saingan. Anak-anak mereka, Citra dan Melly sudah kerja dan kabur karena malu akan kebangkrutan ayah mereka. Dan sampai sekarang pun mereka sedang dicari oleh polisi.
Setelah makan opor dan ketupat sayur, mereka sekeluarga melaksanakan shalat ied di Masjid dekat rumah. Sama dengan tahun-tahun sebelumnya, di rumah kakek dan nenek diadakan sungkem. Bunda serta tante Santy dan Om Firdan sungkem terlebih dahulu pada kakek, lalu pada nenek. Aisyah dan kak Fatimah juga, tapi terakhir karena mereka masih kecil.
Setelah itu, mereka pun keliling RT untuk bersilaturahmi. Bagian terfavorit Aisyah dan kak Fatimah adalah saat dibagikan THR dari para orang yang sangat mampu. Tapi, Aisyah tak pernah merengek kalau uang THR-nya kalah dari kak Fatimah, lho... Yang terpenting baginya adalah semua kesalahannya dimaafkan, gitu...Aisyah memang tidak bersama kak Fatimah saat berkeliling, tapi Aisyah bersama teman cs-an nya, yaitu Marsya, Farah dan Zia.
" Kak ! Dipanggil bunda, tuh! Kita mau ke rumah eyang!!! " Aisyah yang bertemu dengan kakaknya di rumah Pak Syahidin, seorang pedagang kaya segera memberi tahu pesan bunda-nya tadi. " What??? Uang-ku masih 15 ribu, syah... Duh... " Kak Fatimah merengek. " I-ih! Kalo ga mau ya udah! Aku yang masih 11 ribu aja gak masalah!! Ayo kak, jangan mulai matre, deh... Lagi, kita tuh mau silaturahmi, bukan, " BLEP!!! Kak Fatimah segera menutup mulut adiknya yang mulai bawel dan segera berlari ke rumah.
" Yuk, kak!!! " Kata bunda yang dari tadi menunggu segera menghampiri taksi yang sudah dipesan 5 menit sebelumnya. Aisyah menarik tangan kakaknya ke arah taksi. Setelah keduanya masuk ke dalam taksi, taksi pun melaju dengan sangat cepat. Tiba-tiba Aisyah berpikir... " Andaikan ayah masih ada... Ini adalah lebaran ter-indah bagiku... Tapi aku yakin, ayah pasti mengharapkan aku bahagia dan selalu tersenyum... Jadi aku gak boleh nangis, gak boleh !!!! " " Syah ! Gak boleh bengong anak perempuan, pamali !!! " Kak Fatimah menepuk bahu adiknya. Aisyah hanya tersenyum aneh, lalu bersandar di pintu taksi.
" Ah... Aku sadar, tak ada manusia yang sempurna,... Tapi jika ada usaha untuk berubah, Insya Allah... Aku juga harus berusaha untuk membahagiakan bunda, kak Fatimah, juga Almarhum ayah... Harus menjaga akhlak, perilaku, sopan santun dan ibadah agar lebih sempurna lagi ! Amin... " Ujar Aisyah dalam hati. Senyuman anak berumur 10 tahun yang polos itu mengembang... Layak malaikat kecil yang berterbangan di langit sana. Ah... Sungguh bahagia hati malaikat kecil itu menikmati bulan Ramadhan yang sangat suci itu... Marhaban, yaa Ramadhan... Minal Aidin wal Faidzin....
Jumat, 09 Oktober 2009
BULAN RAMADHAN
Nama : D. Adam Fairuz
Kelas : VB
Waktu aku masuk sekolah pada bulan Ramadhan, di sekolah banyak kegiatannya. Jam pertamanya yaitu menghafal Asmaul Husna, belajar tajwid dan kemudian membaca Al-Qur’an, lalu mulai pelajaran seperti biasa.
Pada tanggal 14 dan 15 September, aku mengikuti kegiatan pesantren kilat.Tanggal 14 September, pesantren kilatnya hanya sampai shalat Zuhur, dan pada tanggal 15 September, sekolah sampai pukul 20.30 (selesai shalat Tarawih). Pada hari itu belajar seperti biasa, tetapi setelah membaca Al-Qur’an ada pelajaran meneladani Rasulullah, praktik shalat Dhuha, dan lain-lain.
Setelah itu, kira-kira-kira pukul 15.30, semua murid mandi dikamar mandi yang telah ditentukan. Setelah mandi, semua murid datang ke aula untuk melaksanakan shalat Ashar dan setelah itu dilanjutkan dengan praktik shalad Ied. Lalu murid-murid wudhu dan duduk dikarpet yang telah ditentukan untuk menunggu berbuka puasa. Aku dan teman-temanku duduk dikarpet yang telah disiapkan. Kira-kira setengah jam lebih aku menunggu di karpet. Padahal didepanku sudah ada es buah, risoles, dan lain-lain. Sambil menunggu berbuka puasa, aku mengobrol dengan temanku.
Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu tiba. Aku dan teman-temanku membaca doa berbuka puasa dan meninum es buahnya masing-masing. Kemudian semua murid shalat Maghrib. Selesai shalat Maghrib, murid-murid boleh makan nasi.
Saat melihat makanan dan minumannya, aku senang karena ada makanan dan minuman kesukaanku yaitu rendang dan es kelapa. Makanan dan minumannya macam-macam. Ada rendang, bihun, ayam goreng, buah kelengkeng, jeruk, apel, es kelapa, dan lain-lain. Makanan yang kuambil adalah nasi, rendang, kerupuk, es kelapa dan air putih.
Setelah makan, semua murid menjalankan shalat Isya dan dilanjutkan dengan shalat Tarawih. Saat akan melaksanakan shalat Tarawih, temanku kaget karena ada kucing melintas didepannya dengan tiba-tiba. Saat shalat tarawih, udaranya panas, aku merasa kepanasan.
Saat selesai shalat Tarawih, aku bersalaman dengan guruku. Sebelum pulang aku, Ihsan, Hilman dan Oca pergi ke kelas untuk meletakkan sandal di rak sepatu. Aku dan temanku ketakutan karena dikelas sangat gelap. Aku dijemput oleh ayahku dengan mobil. Di mobil aku kelelahan karena disekolah banyak sekali kegiatannya.
Sebelum pulang, aku mampir dahulu ke
jln.Tenggiri untuk makan karena aku masih lapar. Setelah makan aku pulang ke rumah. Dirumah aku menceritakan kegiatan di sekolah. Hari Rabu dan Kamis aku hanya dirumah saja. Aku sangat bosan. Untung saja di rumah banyak buku. Aku bisa membaca buku tentang pemain sepakbola.
Lima hari lagi lebaran. Puasaku hampir tamat. Tapi sayang, dua hari sebelum lebaran aku sakit demam karena sangat lelah.
Kelas : VB
Waktu aku masuk sekolah pada bulan Ramadhan, di sekolah banyak kegiatannya. Jam pertamanya yaitu menghafal Asmaul Husna, belajar tajwid dan kemudian membaca Al-Qur’an, lalu mulai pelajaran seperti biasa.
Pada tanggal 14 dan 15 September, aku mengikuti kegiatan pesantren kilat.Tanggal 14 September, pesantren kilatnya hanya sampai shalat Zuhur, dan pada tanggal 15 September, sekolah sampai pukul 20.30 (selesai shalat Tarawih). Pada hari itu belajar seperti biasa, tetapi setelah membaca Al-Qur’an ada pelajaran meneladani Rasulullah, praktik shalat Dhuha, dan lain-lain.
Setelah itu, kira-kira-kira pukul 15.30, semua murid mandi dikamar mandi yang telah ditentukan. Setelah mandi, semua murid datang ke aula untuk melaksanakan shalat Ashar dan setelah itu dilanjutkan dengan praktik shalad Ied. Lalu murid-murid wudhu dan duduk dikarpet yang telah ditentukan untuk menunggu berbuka puasa. Aku dan teman-temanku duduk dikarpet yang telah disiapkan. Kira-kira setengah jam lebih aku menunggu di karpet. Padahal didepanku sudah ada es buah, risoles, dan lain-lain. Sambil menunggu berbuka puasa, aku mengobrol dengan temanku.
Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu tiba. Aku dan teman-temanku membaca doa berbuka puasa dan meninum es buahnya masing-masing. Kemudian semua murid shalat Maghrib. Selesai shalat Maghrib, murid-murid boleh makan nasi.
Saat melihat makanan dan minumannya, aku senang karena ada makanan dan minuman kesukaanku yaitu rendang dan es kelapa. Makanan dan minumannya macam-macam. Ada rendang, bihun, ayam goreng, buah kelengkeng, jeruk, apel, es kelapa, dan lain-lain. Makanan yang kuambil adalah nasi, rendang, kerupuk, es kelapa dan air putih.
Setelah makan, semua murid menjalankan shalat Isya dan dilanjutkan dengan shalat Tarawih. Saat akan melaksanakan shalat Tarawih, temanku kaget karena ada kucing melintas didepannya dengan tiba-tiba. Saat shalat tarawih, udaranya panas, aku merasa kepanasan.
Saat selesai shalat Tarawih, aku bersalaman dengan guruku. Sebelum pulang aku, Ihsan, Hilman dan Oca pergi ke kelas untuk meletakkan sandal di rak sepatu. Aku dan temanku ketakutan karena dikelas sangat gelap. Aku dijemput oleh ayahku dengan mobil. Di mobil aku kelelahan karena disekolah banyak sekali kegiatannya.
Sebelum pulang, aku mampir dahulu ke
jln.Tenggiri untuk makan karena aku masih lapar. Setelah makan aku pulang ke rumah. Dirumah aku menceritakan kegiatan di sekolah. Hari Rabu dan Kamis aku hanya dirumah saja. Aku sangat bosan. Untung saja di rumah banyak buku. Aku bisa membaca buku tentang pemain sepakbola.
Lima hari lagi lebaran. Puasaku hampir tamat. Tapi sayang, dua hari sebelum lebaran aku sakit demam karena sangat lelah.
Puasa Ramadhan dan Libur Lebaran
Nama : M. Rafli Ramadhana (Dana)
Kelas : VB
Hari-hari waktu puasa Ramadhan, aku lelah sekali karena selain sekolah, setelah pulang sekolah masih ada les jadi istirahat di rumahnya hanya sebentar dan juga pulangnya sore. Karena di sekolah kadang-kadang aku bermain bola jadi waktu pulang sekolah aku kehausan, tapi Alhamdulillah aku masih bisa tahan untuk tidak buka puasa. Untuk bulan Ramadhan ini setelah shalat Dzuhur aku bisa langsung pulang.
Setelah pulang sekolah, setiap hari Selasa dan Kamis aku les bahasa Inggris di ILP Rawamangun bersama Fira, Dhanty, Beby, Seno, Ihsan, dan Dinda. Khusus untuk hari Rabu dan Jum’at aku les BW. Aku belajar di sana dengan Ghifa, Nabil, Adit, Fira, Dhanty, Beby, Sarah, dan Sashi. Kalau sekolah lain ada Ihsan, Nevin, Bagas, dan masih banyak lagi.
Biasanya setelah selesai les dan sampai di rumah, aku langsung shalat Ashar, main bersama adikku, dan main laptop sebentar. Tidak lama kemudian akhirnya sampai waktu beduk Maghrib. Aku langsung minum teh hangat dan makan kue-kue serta minum es belewah. Rasanya legaaaa sekali puasaku hari ini bisa sampai Maghrib. Sesudah itu aku shalat Maghrib dengan adikku. Sebelum Isya baru aku makan nasi.
Setelah itu aku baca Iqro dan Al-Qur’an bersama ibuku, menonton tv sebentar, shalat Isya dan Tarawih, dan akhirnya waktunya tidur. Setiap sahur aku tidak pernah susah untuk dibangunkan karena kalau aku tidak sahur nanti aku cepat lapar. Sampai hari ini Alhamdulillah puasaku tidak pernah bolong. Jika aku shalat Tarawih, aku shalat sendiri karena masjidnya terlalau jauh dari rumah.
Kadang-kadang sesudah shalat Isya aku dan sepupuku bermain kembang api. Biasanya ibuku mengawasi karena kalau main kembang api harus ada orang dewasanya. Seru sekali.
Tidak terasa sebentar lagi Lebaran, mudah-mudahan puasaku penuh pada Ramadhan ini.
Akhirnya Lebaranpun tiba. Allhamdullilah puasaku penuh tak ada yang bolong.
Besoknya aku bangun pagi-pagi untuk shalat Ied bersama keluarga kecuali ibuku dan kak Dhea karena mereka sedang berhalangan. Selesai shalat dan sampai di rumah aku bermaaf-maafan bersama keluargaku. Akhirnya aku bisa makan ketupat yang lezat. Kemudian aku dan keluarga pergi ke rumah buyutku di Pejompongan dan bersalam-salaman bersama keluarga besar dari nenekku.
Hari Lebaran ke-empat aku ke Bandung untuk bersilaturahmi dengan kakak dan adik dari kakekku. Pertama aku ke rumah aki Eman. Dia kakak pertama dari kakekku. Disana aku melihat ikan yang besar, ditawarkan asinan rujak yang rasanya pedas sekali, dan melihat-lihat taman. Karena sudah siang kami makan lotek, lotek itu seperti gado-gado tapi bumbu kacangnya sudah jadi tidak diulek lagi. Sesudah itu aku ke rumah nini Yaya. Dia kakak kedua dari kakekku. Nini Yaya tidak menikah. Setelah itu aku ke rumah aki Iim. Disana ada istrinya yang terkena penyakit dan tidak bisa turun dari tempat tidur. Aku juga sempat melihat-lihat majalah “Mangle” disana, aku sangat bingung membacanya karena memakai bahasa Sunda. Setelah itu aku pulang ke Jakarta.
Kesokan harinya aku ke Buaran bersama adik dan ibuku untuk main mandi bola dan ke rumah balon. Seru sekali tapi seperti mainan anak kecil. Sesudah itu aku makan di Hoka-Hoka Bento dan aku pulang.
Keesokan harinya aku berenang di Tirtamas bersama Alim, adik dan ibuku. Tapi aku tak bisa bermain dengan bebas karena adikku tak bisa berenang dan harus selalu diawasi. Saat dicoba masuk ke kolam yang dalam, adikku hampir tenggelam. Untung aku pegang. Disana enak sekali karena perosotannya licin dan aku sempat makan siomay. Setelah itu pulangnya Alim ke rumahku dulu untuk bermain PS2. Seru sekali karena main Digimon. Tak lama kemudian Alim dijemput untuk pulang.
Besoknya aku ke Ragusa es krim Italia. Kata ibuku tempat es krim ini sudah ada sejak tahun 1932. Disana es krimnya enak-enak. Aku makan es krim spaghetti, banana split, es krim nougat, rujak juhi, dan sate ayam. Aku kesana bersama nenek, ibu, dan adikku.
Hari Sabtu siang ini aku ke Kelapa Gading untuk bermain di TimeZone, seruuuu sekali. Aku bermain game-game baru. Sesudah itu aku makan di food court Kelapa Gading III. Aku makan nasi goreng ebi katsu YuMie dan adikku makan Doner Kebab. Lezaaaat sekali. Kenyang makan aku dan adik bermain TimeZone lagi dan sesudah itu pulang.
Aku sangat senang liburan Lebaran ini, karena banyak pengalaman seru.
Kelas : VB
Hari-hari waktu puasa Ramadhan, aku lelah sekali karena selain sekolah, setelah pulang sekolah masih ada les jadi istirahat di rumahnya hanya sebentar dan juga pulangnya sore. Karena di sekolah kadang-kadang aku bermain bola jadi waktu pulang sekolah aku kehausan, tapi Alhamdulillah aku masih bisa tahan untuk tidak buka puasa. Untuk bulan Ramadhan ini setelah shalat Dzuhur aku bisa langsung pulang.
Setelah pulang sekolah, setiap hari Selasa dan Kamis aku les bahasa Inggris di ILP Rawamangun bersama Fira, Dhanty, Beby, Seno, Ihsan, dan Dinda. Khusus untuk hari Rabu dan Jum’at aku les BW. Aku belajar di sana dengan Ghifa, Nabil, Adit, Fira, Dhanty, Beby, Sarah, dan Sashi. Kalau sekolah lain ada Ihsan, Nevin, Bagas, dan masih banyak lagi.
Biasanya setelah selesai les dan sampai di rumah, aku langsung shalat Ashar, main bersama adikku, dan main laptop sebentar. Tidak lama kemudian akhirnya sampai waktu beduk Maghrib. Aku langsung minum teh hangat dan makan kue-kue serta minum es belewah. Rasanya legaaaa sekali puasaku hari ini bisa sampai Maghrib. Sesudah itu aku shalat Maghrib dengan adikku. Sebelum Isya baru aku makan nasi.
Setelah itu aku baca Iqro dan Al-Qur’an bersama ibuku, menonton tv sebentar, shalat Isya dan Tarawih, dan akhirnya waktunya tidur. Setiap sahur aku tidak pernah susah untuk dibangunkan karena kalau aku tidak sahur nanti aku cepat lapar. Sampai hari ini Alhamdulillah puasaku tidak pernah bolong. Jika aku shalat Tarawih, aku shalat sendiri karena masjidnya terlalau jauh dari rumah.
Kadang-kadang sesudah shalat Isya aku dan sepupuku bermain kembang api. Biasanya ibuku mengawasi karena kalau main kembang api harus ada orang dewasanya. Seru sekali.
Tidak terasa sebentar lagi Lebaran, mudah-mudahan puasaku penuh pada Ramadhan ini.
Akhirnya Lebaranpun tiba. Allhamdullilah puasaku penuh tak ada yang bolong.
Besoknya aku bangun pagi-pagi untuk shalat Ied bersama keluarga kecuali ibuku dan kak Dhea karena mereka sedang berhalangan. Selesai shalat dan sampai di rumah aku bermaaf-maafan bersama keluargaku. Akhirnya aku bisa makan ketupat yang lezat. Kemudian aku dan keluarga pergi ke rumah buyutku di Pejompongan dan bersalam-salaman bersama keluarga besar dari nenekku.
Hari Lebaran ke-empat aku ke Bandung untuk bersilaturahmi dengan kakak dan adik dari kakekku. Pertama aku ke rumah aki Eman. Dia kakak pertama dari kakekku. Disana aku melihat ikan yang besar, ditawarkan asinan rujak yang rasanya pedas sekali, dan melihat-lihat taman. Karena sudah siang kami makan lotek, lotek itu seperti gado-gado tapi bumbu kacangnya sudah jadi tidak diulek lagi. Sesudah itu aku ke rumah nini Yaya. Dia kakak kedua dari kakekku. Nini Yaya tidak menikah. Setelah itu aku ke rumah aki Iim. Disana ada istrinya yang terkena penyakit dan tidak bisa turun dari tempat tidur. Aku juga sempat melihat-lihat majalah “Mangle” disana, aku sangat bingung membacanya karena memakai bahasa Sunda. Setelah itu aku pulang ke Jakarta.
Kesokan harinya aku ke Buaran bersama adik dan ibuku untuk main mandi bola dan ke rumah balon. Seru sekali tapi seperti mainan anak kecil. Sesudah itu aku makan di Hoka-Hoka Bento dan aku pulang.
Keesokan harinya aku berenang di Tirtamas bersama Alim, adik dan ibuku. Tapi aku tak bisa bermain dengan bebas karena adikku tak bisa berenang dan harus selalu diawasi. Saat dicoba masuk ke kolam yang dalam, adikku hampir tenggelam. Untung aku pegang. Disana enak sekali karena perosotannya licin dan aku sempat makan siomay. Setelah itu pulangnya Alim ke rumahku dulu untuk bermain PS2. Seru sekali karena main Digimon. Tak lama kemudian Alim dijemput untuk pulang.
Besoknya aku ke Ragusa es krim Italia. Kata ibuku tempat es krim ini sudah ada sejak tahun 1932. Disana es krimnya enak-enak. Aku makan es krim spaghetti, banana split, es krim nougat, rujak juhi, dan sate ayam. Aku kesana bersama nenek, ibu, dan adikku.
Hari Sabtu siang ini aku ke Kelapa Gading untuk bermain di TimeZone, seruuuu sekali. Aku bermain game-game baru. Sesudah itu aku makan di food court Kelapa Gading III. Aku makan nasi goreng ebi katsu YuMie dan adikku makan Doner Kebab. Lezaaaat sekali. Kenyang makan aku dan adik bermain TimeZone lagi dan sesudah itu pulang.
Aku sangat senang liburan Lebaran ini, karena banyak pengalaman seru.
PUASA & LIBURANKU
Oleh : ihsan
Aku akan menceritakan pengalaman seruku, jadi baca ya!
TENTANG BERPUASA
Tanggal 22 Agustus 2009 aku memulai puasaku, pertamakali aku puasa, aku mengantuk saat sahur jadi aku kurang bersemangat. Saat tidur sebentar setelah sahur dan Shalat Subuh aku jadi bersemangat. Karena Berulang-ulang aku terbiasa aku jadi tidak terganggu. Saat siang kita mudah tergoda saat sedang Berpuasa sepertihalnya aku, aku jadi bolong karena ingin puasa setengah hari makanya hal ini tidak boleh terulang lagi saat berpuasa. Tidur yang cukuplama boleh, asal tidak melewati kurang lebih 3 jam itu kalau tidur siang. Yang paling menyenangkan saat puasa yaitu saat pesantren kilat, aku menikmatinya.
LIBURAN
Aku memulai perjalanan liburanku saat tanggal 18 september 2009. Aku pergi ke semarang,aku pergi jam 03:00 pagi, sungguh saaaangat pagi tapi aku bersemangat, aku sahur di mobil. Saat hari itu aku melakukan perjalanan ku selama 16 jam dan baru tiba di kota Tegal jam 20:30 jadi aku menginap di kota Tegal. Di sana aku menginap di Karlita hotel. Paginya aku dibangunkan untuk sahur. Saat jam 09:00 pagi kami berangkat lagi dan sampai Semarang jam 14:30, Setelah itu aku sewa Playstation2 bisa di bawa pulang setelah itu dan buka puasa di semarang Keesokan harinya aku persiapan shalat iedul fitri dan berangkat ke tempat pelaksanaan shalatnya, Sesampai di rumah Saudaraku di Semarang aku makan. Esok paginya jam 05:30, aku pergi ke Sam Poo Kong, itu adalah bangunan bersejarah yang dibangun oleh orang cina yang datang ke indonesia, yang membangunnya adalah Laksamana Ceng Ho, jadi begini ceritanya. Saat itu, Laksamana Ceng Ho disuruh pergi ke pulau lain, Beliau berangkat bersama awak kapalnya, lalu ia sampai di Semarang di sana ia membangun bangunan dan itulah Sam Poo Kong, walaupun Laksamana Ceng Ho dari cina tapi beliau beragama islam lhoo. Aku di Sam Poo Kong berfoto dan melihat Patung Laksamana Ceng Ho. Saat sorenya aku membuat eksperimen bersama Dinda, kakak saudara laki-laki ku Mas Bagas & kakak Saudara perempuan ku Mbak Disty, eksperimen itu kami namakan sumber naga tapi itu sudah pernah dicoba oleh kakak saudaraku, caranya mudah, yaitu: siapkan lilin, tutup botol bekas, korek api air dan batu lalu potong lilinnya setengahnya untuk diiris-iris satunya untuk dinyalakan dengan api dari korek api, setelah dinyalakan dengan korek api himpitkan dengan batu, buatlah dengan agak tinggi agar lilin tidak mengenai tutup botolnya, lalu irisan lilinya kedalam tutup botol, jika sudah mendidih berikan api diatasnya dan semburkan airnya dan akan membuat api yang menyembur. Esok malam aku pergi ke Tugu Muda, Tugu Muda melambangkan perang lima hari untuk mempertahankan kota Semarang, di sana aku berlari-larian, di sana ada atraksi sepeda. Hari Kamis aku menuju ke dalam Lawang Sewu saat malam-malam, di sana banyak orang dan ada kereta api tuanya. Dulu Lawang Sewu bagi Belanda dan Jepang adalah kantor kereta api dan tempat tahanan orang Indonesia untuk di bawah tanahnya dan saat Indonesia sudah merdeka Lawang Sewu menjadi kantor Kodam, di dalam Lawang Sewu sangat gelap dan konon disana banyak hantunya. Hari Jum’at aku pergi ke Simpang Lima, di sana aku bermain bola, hasil skornya ternyata seri 5-5, jadi aku harus melakukan tendangan penalti, ternyata aku menang. Dan saat hari Minggu kami pulang ke Jakarta.
Aku akan menceritakan pengalaman seruku, jadi baca ya!
TENTANG BERPUASA
Tanggal 22 Agustus 2009 aku memulai puasaku, pertamakali aku puasa, aku mengantuk saat sahur jadi aku kurang bersemangat. Saat tidur sebentar setelah sahur dan Shalat Subuh aku jadi bersemangat. Karena Berulang-ulang aku terbiasa aku jadi tidak terganggu. Saat siang kita mudah tergoda saat sedang Berpuasa sepertihalnya aku, aku jadi bolong karena ingin puasa setengah hari makanya hal ini tidak boleh terulang lagi saat berpuasa. Tidur yang cukuplama boleh, asal tidak melewati kurang lebih 3 jam itu kalau tidur siang. Yang paling menyenangkan saat puasa yaitu saat pesantren kilat, aku menikmatinya.
LIBURAN
Aku memulai perjalanan liburanku saat tanggal 18 september 2009. Aku pergi ke semarang,aku pergi jam 03:00 pagi, sungguh saaaangat pagi tapi aku bersemangat, aku sahur di mobil. Saat hari itu aku melakukan perjalanan ku selama 16 jam dan baru tiba di kota Tegal jam 20:30 jadi aku menginap di kota Tegal. Di sana aku menginap di Karlita hotel. Paginya aku dibangunkan untuk sahur. Saat jam 09:00 pagi kami berangkat lagi dan sampai Semarang jam 14:30, Setelah itu aku sewa Playstation2 bisa di bawa pulang setelah itu dan buka puasa di semarang Keesokan harinya aku persiapan shalat iedul fitri dan berangkat ke tempat pelaksanaan shalatnya, Sesampai di rumah Saudaraku di Semarang aku makan. Esok paginya jam 05:30, aku pergi ke Sam Poo Kong, itu adalah bangunan bersejarah yang dibangun oleh orang cina yang datang ke indonesia, yang membangunnya adalah Laksamana Ceng Ho, jadi begini ceritanya. Saat itu, Laksamana Ceng Ho disuruh pergi ke pulau lain, Beliau berangkat bersama awak kapalnya, lalu ia sampai di Semarang di sana ia membangun bangunan dan itulah Sam Poo Kong, walaupun Laksamana Ceng Ho dari cina tapi beliau beragama islam lhoo. Aku di Sam Poo Kong berfoto dan melihat Patung Laksamana Ceng Ho. Saat sorenya aku membuat eksperimen bersama Dinda, kakak saudara laki-laki ku Mas Bagas & kakak Saudara perempuan ku Mbak Disty, eksperimen itu kami namakan sumber naga tapi itu sudah pernah dicoba oleh kakak saudaraku, caranya mudah, yaitu: siapkan lilin, tutup botol bekas, korek api air dan batu lalu potong lilinnya setengahnya untuk diiris-iris satunya untuk dinyalakan dengan api dari korek api, setelah dinyalakan dengan korek api himpitkan dengan batu, buatlah dengan agak tinggi agar lilin tidak mengenai tutup botolnya, lalu irisan lilinya kedalam tutup botol, jika sudah mendidih berikan api diatasnya dan semburkan airnya dan akan membuat api yang menyembur. Esok malam aku pergi ke Tugu Muda, Tugu Muda melambangkan perang lima hari untuk mempertahankan kota Semarang, di sana aku berlari-larian, di sana ada atraksi sepeda. Hari Kamis aku menuju ke dalam Lawang Sewu saat malam-malam, di sana banyak orang dan ada kereta api tuanya. Dulu Lawang Sewu bagi Belanda dan Jepang adalah kantor kereta api dan tempat tahanan orang Indonesia untuk di bawah tanahnya dan saat Indonesia sudah merdeka Lawang Sewu menjadi kantor Kodam, di dalam Lawang Sewu sangat gelap dan konon disana banyak hantunya. Hari Jum’at aku pergi ke Simpang Lima, di sana aku bermain bola, hasil skornya ternyata seri 5-5, jadi aku harus melakukan tendangan penalti, ternyata aku menang. Dan saat hari Minggu kami pulang ke Jakarta.
Asyiknya Lebaran
Oleh:Adinda Hasna Rahmadia
Kelas:5B
Lebaran kali ini aku berlebaran di rumah kakek dan saudaraku di Semarang. Aku Shalat Idul Fitri di wonderia, tapi aku tidak bermain disana. Aku makan di rumah pakde Guntur, disana aku makan ketupat dengan opor ayam yummy... Setelah makan aku ke rumah kakung untuk sungkeman dan bermaaf-maafan. Selain itu aku juga dapat uang lebaran.
Keesokan harinya setelah aku shalat subuh saudaraku pakdeku dan bapakku mengajak aku berjalan-jalan dengan motor, dibagi 2 kelompok kelompok 1 bapakku, mbak Disty dan aku kelompok 2 pakde Guntur, mas Bagas dan Ihsan. Udaranya sangat dingin. Aku jalan-jalan ke Klenteng Agung Sampoo Kong. Disana aku berfoto-foto sayang pada saat itu camera bapakku tidak dibawa karena bapakku tidak tahu kalau ingin pergi ke sana.
Hari Selasanya aku pergi mencari kembang api sebelum mencari kembang api aku ke Toegoe Moeda (itu kalau bahasa jadoelnya) atau Tugu Muda. Di Tugu Muda aku melihat atraksi sepeda dan juga bermain kejar-kejaran. Dan setelah itu kami membeli kembang api dan menyalakannya.
Hari Kamisnya aku pergi ke Lawang Sewu pada malam hari disana sangat mengerikan dan gelap untung saja Ihsan membawa senter. Sebeulnya aku ingin ke ruang bawah tanah tapi saudara-saudaraku takut. Akhirnya aku membeli kaset Lawang Sewu, lalu aku menyetelnya di rumah kakung. Itulah hal yang menyenangkan selama liburan atau lebaran di Semarang.
Kelas:5B
Lebaran kali ini aku berlebaran di rumah kakek dan saudaraku di Semarang. Aku Shalat Idul Fitri di wonderia, tapi aku tidak bermain disana. Aku makan di rumah pakde Guntur, disana aku makan ketupat dengan opor ayam yummy... Setelah makan aku ke rumah kakung untuk sungkeman dan bermaaf-maafan. Selain itu aku juga dapat uang lebaran.
Keesokan harinya setelah aku shalat subuh saudaraku pakdeku dan bapakku mengajak aku berjalan-jalan dengan motor, dibagi 2 kelompok kelompok 1 bapakku, mbak Disty dan aku kelompok 2 pakde Guntur, mas Bagas dan Ihsan. Udaranya sangat dingin. Aku jalan-jalan ke Klenteng Agung Sampoo Kong. Disana aku berfoto-foto sayang pada saat itu camera bapakku tidak dibawa karena bapakku tidak tahu kalau ingin pergi ke sana.
Hari Selasanya aku pergi mencari kembang api sebelum mencari kembang api aku ke Toegoe Moeda (itu kalau bahasa jadoelnya) atau Tugu Muda. Di Tugu Muda aku melihat atraksi sepeda dan juga bermain kejar-kejaran. Dan setelah itu kami membeli kembang api dan menyalakannya.
Hari Kamisnya aku pergi ke Lawang Sewu pada malam hari disana sangat mengerikan dan gelap untung saja Ihsan membawa senter. Sebeulnya aku ingin ke ruang bawah tanah tapi saudara-saudaraku takut. Akhirnya aku membeli kaset Lawang Sewu, lalu aku menyetelnya di rumah kakung. Itulah hal yang menyenangkan selama liburan atau lebaran di Semarang.
Langganan:
Postingan (Atom)