Rabu, 30 September 2009

Pengalaman puasa dan lebaran

oleh : Alim M. Rizki
Saat hari pertama aku berpuasa aku dibangunkan mama ku untuk saur.saat saur aku sering memakan nasi dengan sayur,sesudah saur aku manonton quis PPT3 & uya juga kuya.pada hari pertama puasa aku sangat
Haus rasanya.

Oh iya………….. saat barpuasa aku mempunyai banyak pengalaman
Yang seru........... saat pengalaman yg paling aku suka waktu aku mengikuti pesantren kilat.. Saat pesantren aku menghafali asmaul husna trus aku nonton film yang bagus.. oh iya aku lupa judul filmnya apa jadinya gak usah aku kasih tau ya......... sehabis nonton kami diberi taukna kegiatannya.Waktu tidur siang aku tidak bisa tidur karena tak ada bantal.... hehehehe ^_^ terpaksa aku harus nungguin sampai mandi sore ^_^ . saat mandi, aku mandi aku lupa bawa handuk jadinya harus minjem handuk teman deh hehehe ^_^. Saat mandi aku merasa jijik karena ada lumutnya..... ih.. aku jadi jijik lagi nih karena mengingatnya ih............ sesudah mandi aku menaru tas di ruang U.K.S trus aku shalat ashar bareng teman-teman. Sesudah shalat aku dimarahi temanku karena tidak nongguin mereka mandi ^_^

Alhamdillah akhirnya beduk juga...... saat bedu aku berbuka puasa dengan kue & jus buah... ih enaknya .sehabis itu aku sahlat maghrib berjamaah.

Sehabis itu aku makan malam dengan bakso,nasi & sambal saat mengambil minum,kata mamanya dana ”ya ampun lim.... kamu emang doyan sambel ya.......” trus aku men jawab ”hehehe”. Sehabis itu aku menaru makan karena aku pengen mengambil es kelapa. Waktu makan aku makan tidak habis karena aku ke kenyangan. Trus aku shalat tarawih & shalat witir... sehabis pulang aku pulang.

Waktu tanggal 16 adikku ulang tahun ke 7 saat itu adikku sangat senang.trus saat tanggal 17 aku seharusnya buka bersama di tempat les inggrisku tetapi aku malah membeli baju lebaran.





Pada hari terakhir puasa ak menginap di rumah kakekku,untuk merayakan hari lebaran.Saat aku sampai aku tidak tau bahwa kaki kakekku bengkak karena tertabrak motor.Ternyata kakekku bisa begitu karena dia mencari lumut agar aku & kakek ku bisa mancing.Saat malam aku & adikku dikasih lihat musang aku & adikku sangat ketakutan heheh…

Waktu lebaran aku bersama keluarga ku shalat ied di masjid Al-Anshor,tetapi saat itu kakekku tidak bisa shalat karena kakinya masih sakit.

Sesudah selesai shalat ied aku,adikku & orang tuaku pergi ke rumah nenek mama ku untuk mendapatkan THR. Saat di sana aku langsung di kasih THR sama saudaraku. Saat itu tanteku dateng ke sana,saat itu tanteku tidak memberikan THR karena lupa membawa dompet.oh iya...... di sana ada adik sepupu yang bernama anggo.Walaupun dia masih bayi tetapi dia diberikan THR, kata ibunya si untuk beli kerupuk,karena dia suka makan kerupuk.
Saat jam 14:10 kami pulang ke rumah kakekku.

Selasa, 15 September 2009

Bulan Ramadhan

Nama : Shafira Elva Ardelia
Kelas : V B

Bulan Ramadhan tahun 1430 Hijriah telah tiba. Seluruh umat islam menyambut bulan ini dengan bahagia karena bulan ini adalah bulan yang penuh berkah dan rahmat. Di Bulan Ramadhan ini semua umat Islam diwajiban untuk menjalankan ibadah puasa selama 1 bulan penuh.
Pada saat malam pertama, aku, mamaku, papaku, dan adikku shalat tarawih di masjid dekat rumahku. Alhamdulilah banyak sekali yang melakukan shalat tarawih di mesjid itu. Bukan hanya malam pertama saja, pada malam berikutnya pun kami juga shalat di berjama’ah di masjid.
Waktu sahur, mamaku bangun lebih dahulu, karena mamaku sendiri yang menyiapkan makanan. Setelah semua siap mamaku baru membangunkan aku dan papaku. Adikku belum berpuasa karena masih kecil. Selama bulan puasa ini aku tidur lebih cepat supaya tidak susah di bangunkan saat sahur
Pada saat puasa pertama, aku merasa sangat lapar dan haus. Apalagi pada saat pulang sekolah cuaca sangat panas sekali. Walaupun aku merasa lapar dan haus alhamdulilah aku bisa menahannya dan puasaku penuh juga.
Menjelang buka puasa biasanya aku menonton acara TV sambil menunggu azan maghrib. Setelah terdengar azan aku minum teh manis hangat dan makan makanan kecil. Setelah itu aku shalat maghrib bersama mama dan papa. Kadang- kadang aku juga shalat sendiri.
Walaupun puasa aku tidak mengurangi jadwal lesku yang seperti biasa, justru aku menambah kegiatan membaca Al-Qur’an, dan tadarus. Memang kadang-kadang aku merasa ngantuk. Kegiatan yang paling aku tunggu-tunggu di sekolah adalah pesantren kilat karena dari pagi sampai malam aku bisa merasakan bagaimana menjalankan puasa bersama teman-teman, dan guru-guru di sekolah. Selain itu aku juga dapat makan bersama dengan mereka juga.
Entah mengapa di Bulan Ramadhan kali ini aku merasa lebih menikmati, dan lebih mendalami arti puasa. Semoga puasa tahun depan aku akan lebih menikmati dan mendalami lagi arti puasa.

" Mengenal puasa”

Oleh : Aida Nabila (noni)

Tak dapat ditolak kenyataan bahwa ibadah shaum atau puasa merupakan ibadah yang paling berat bagi anak-anak. Kewajiban untuk menahan lapar dan haus memberikan impresi bahwa puasa tak lain daripada siksaan. Oleh karena itu menjadi penting untuk mengantarkan anak-anak kepada keyakinan bahwa puasa adalah tantangan untuk membersihkan diri dan jalan menuju kesenangan yang luar biasa. Pesan tersebut disampaikan melalui percakapan antara Nita dan Nisa dibawah ini.
Nisa dan Nita sedang memandangi tenda yang baru saja mereka dirikan. 'asyik ya, aku rasa aku akan betah di sini" kata Nita. "sekarang kita mengumpulkan ranting-ranting kayu untuk membuat api unggun, dengan demikian aku bisa memasak untuk makan malam kita.''Kata Nisa. Setelah mengumpulkan , Nisa berusaha menyalakan api unggun. Namun,tampaknya api tidak segera menyala. Nita melihat Nisa kesulitan menyalakan api. Dengan khawatir Nita bertanya,’’kalau api tak juga menyala,aku tidak mendapat makan malam ya..??’’ Kata Nita. ”Anggap saja latihan berpuasa,setuju?” jawab nisa sambil tersenyum menggoda, sementara itu Nisa berhasil menyalakan api. Setuju deh Nis, tetapi puaa itu apa ya?” kata Nita heran. ”O iya, aku belum prnah menceritakan tentang puasa ya?” Tanya Nisa. ”Ceritakan dong, walaupun aku tidak jadi puasa malam ini..” Sahut Nita seraya mengintip isi panci. Sambil menunggu makanan matang, Nisa mulai bercerita. ”puasa atau shaum adalah tidak makan dan tidak minum…tapi tidak terus menerus kok Nit. Hanya dari terbit hingga terbenamnya matahari. Jadi dari saat shubuh hingga magrib.” Kata Nisa.”hmm…lama juga ya.. pasti aku kelaparan dan kehausan deh.” Timpal Nita. ”Perjuangan dalam ibadah puasa memang menahan lapar dan haus,’ Jelas Nisa. ”kok aneh Nis,? bukankah Allah menciptakan makanan dan minuman untuk manusia?” Tanya Nita Heran. ”puasa adalah kesempatan bagi kita untuk mengenali kemampuan diri kita sendiri. Apakah kita mampu mematuhi perintah Allah untuk melakukan sesuatu yang tidak menyenangkan menurut kita? Apakah kita mampu menahan lapar dan haus karena kita ingin mematuhi perintah Allah?” Jelas Nisa. ”Nita sayaang sekali kepada Allah.Nita ingin slalu mematuhi Allah. Tetapi,kalau harus kelaparan dan kehausan….” “Bila Nita betul-betul mencintai dan mematuhi Allah, Nita dengan ikhlas menahan lapar dan haus untuk Allah, tegas Nisa. ”Seperti Nita ikhlas mematuhi ibu untuk membereskan kamar sendiri,ya Nis?” Tanya Nita mengharap persetujuan Nisa. “Betul sekali. Selain itu membereskan tempat tidur,menyapu dan mengepel kamar bukan pekerjaan yang menyenangkan dan mudah kan?” Tanya Nisa sambil tersenyum. “Iya, apalagi kalau mainan Nita berserakan dimana-mana.. ”Tetapi bila kamar Nita sudah bersih dan rapi, Nita merasa senang . iya kan?” Nita mengganggukan kepalanya dengan yakin sambil berkata “Iya Nis, tidurpun jadi lelap sekali.” “Nah, berpuasa adalah ibadah yang berat. Untuk bisa berpuasa, Nita harus sehat dan sabar. Banyak hal yang menyenangkan yang bisa diperoleh bila kita menjalankan puasa dengan baik..” Sambil keheranan Nita memotong “O ya? Apa saja Nis?” “Ketika mengakhiri puasa saat Maghrib, yaitu berbka puasa, Nita akan merasakan kenikmatan makan dan minum. Jauh lebih nikmat daripada makan dan minum sehari-hari.. jelas Nisa. Wah, Nita jadi ingin mencoba berbuka puasa, komentar Nita penuh semangat. Kalau begitu, Nita bisa sekaligus mencoba berpuasa. Bila Nita berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan, Allah akan menghadiahi Nita pengampunan dosa-dosa yang telah Nita lakukan, jelas Nisa. Jadi, dosa Nita habis semua? Nita sama sekali tidak berdosa? Tanya Nita tambah semangat. Iya Nit, tapi puasa yang Nita lakukan harus benar-benar sempurna kata Nisa memancng pertanyaan Nita. Puasa yang sempurna itu menahan haus dan lapar kan Nis? Selain itu NItajuga harus bisa menahan marah dan kesal, tidak berbohong, tidak menjelek-jelekkan dan menyakiti orang lain, serta menjalankan ibadah lain dengan bersungguh-sungguh, tutur Nisa. Ibadah sholat, Nis? Tanya Nita lagi. Shalat wajib yang lima waktu, shalat sunah tarawih pada malam hari, membaca al-Qur’an, berdo’a, bersedekah dan membayar zakat. Nita sudah bisa sholat, berdo’a dan bersedekah. Membaca al-Qur’an dan membayar zakat Nita belum bisa, Nis. Apakah itu berarti Nita belu boleh berpuasa, Nis? Tanya Nita khawatir. Nita boleh mencoba berpuasa. Bulan Ramadhan nanti, kita berpuasa ya? Nita bisa mulai ikut sahur, yaitu makan menjelang fajar sebelum saat subuh. Bila kemudian pukul 9 pagi Nita sudah tidak kuat menahan lapar dan haus, Nita bisa berbuka puasa, lalu mulai berpuasa lagi dan kembali melanjutkan puasa. Selanjutnya perlahan-lahan Nita akan kuat berpuasa sehari penuh. Nita agak meragukan kemampuannya sendiri untuk berpuasa. Namun ia ingin sekali mematuhi Allah yang dicintainya. Akhirnya “Oke Nis, tapi Nisa ajarkan juga Nita membaca al-Qur’an dan membayar zakat ya, Nis? Tentu saja anakanis. Apakah sekarang Nita sudah kenyang? Sahut Nisa. Sudah Nis, Alhamdulillaah, jawab Nita. Kelihatannya udah waktu Isya. Yuk kita berwudhu di sungai, ajak Nisa. Dengan gembira Nita berlari ke sungai, “Asyiiiikkk….!”

Ramadhan yang Asyik

Oleh fathiafif Mahasin


Besok adalah Bulan Ramadhan. Hari ini Doni Shalat Tarawih yang pertama bersama teman-temannya. Esoknya,Doni sahur bersama keluarganya, termasuk adiknya yang juga ikut sahur. Sehabis makan, Doni mendengar suara Adzan Subuh, berarti itu tandanya sudah memasuki waktu berpuasa. Kemudian, Doni Shalat Subuh. Paginya, Doni mandi dan bersiap untuk berangkat sekolah. Di sekolah, kegiatan sehari-hari berubah. Ada membaca Al-Qur’an, menghapal surat-surat yang ada di Al-Qur’an, belajar tentang Agama Islam, dll. Pulang sekolah, Doni merasa haus. Ditambah lagi hari ini panas sekali. 5 jam kemudian Waktu buka puasa tiba. Doni berbuka dengan minum teh dan makan kolak.
Hari ke-15 Bulan Ramadhan, Hari ini Doni menginap dirumah tantenya. Doni bersahur bersama sepupu-sepupunya. Saat waktu puasa, Doni bermain bersama sepupu-sepupunya. Doni tidak bermain sepak bola seperti biasanya, karena bermain sepak bola membuat kita menjadi dehidrasi (haus). Doni bermain catur, congklak, halma, dll. Selain bermain, Doni juga membaca Al-Qur’an bersama sepupu-sepupunya. Saat berbuka, Doni berbuka dengan teh, es buah, kolak,dll. Doni juga Shalat Tarawih bersama.
Hari ke-30 Bulan Ramadhan. Besok sudah lebaran. Ibu Doni sibuk membuat kue lebaran. Sementara, Doni membantu ayahnya mengecat dan membersihkan rumah. Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Para tamu-tamu berdatangan ke rumah Doni untuk saling memaafkan. Tidak lupa, hadiah untuk Doni yang di Bulan Ramadhan puasanya penuh. Hadiahnya yaitu Al-Qur’an dan Baju lebaran.

- T A M A T -

Fathiafif Mahasin

Minggu, 06 September 2009

Pendidikan Anak-anak Di dalam Islam

Kedudukan anak-anak dalam Islam

Anak-anak merupakan anugerah serta rezeki karunia Allah SWT kepada pasangan suami isteri yang secara fitrahnya menginginkan dan sentiasa mengharapkan karunia ini. Fitrah ini ada di kalangan muslim maupun bukan muslim. Bagaimanapun ibu bapak muslim sangat dituntut untuk mengetahui dan memahami nilai karunia Allah SWT ini. Ketidakfahaman dalam masalah ini menyebabkan ibu bapak tidak dapat melaksanakan peranan dan tanggung-jawab mereka, malah mungkin tidak menunaikan hak anak-anak seperti memberi kasih sayang dan perhatian yang sewajarnya.

Allah SWT berfirman di dalam Surah Asy-Syura, ayat 49-50 yang artinya: "Dia memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis lelaki dan perempuan (kepada siapa yang dikehendaki-Nya), dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa."

Oleh itu kita wajib menyambutnya dengan penuh syukur karena nikmat Allah SWT ini boleh menghiasi rumah tangga dan menenteramkannya.

"Dan orang-orang yang berkata: Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami)." (Surah al Furqan: 74)

Allah SWT juga berfirman yang artinya: "Ya Rabbi, kurniakan aku seorang anak yang baik di sisi Engkau." (Surah Ali Imran: 3Cool

"Anugerahkan aku seorang putera, yang akan mewarisi sebagian keluarga Ya'kub." (Surah Maryam : 5-6)

Kedua-dua ayat di atas merekam doa Nabi Zakaria yang menginginkan anak untuk meneruskan kewajiban dakwah yang dipikulnya.

Menurut Akhlaq Hussain, "Anak-anak yang saleh menjadi sumber sedekah jariah bagi ibu bapak...." Inipun sekiranya anak-anak tersebut dididik dengan sempurna sehingga menjadi mukmin yang sebenarnya karena hanya anak-anak seperti ini membolehkan ibu bapak memperoleh sedekah jariah yang dikatakannya.

Apakah hak-hak anak atas bapak dan ibunya ?

Rasulullah SAW telah bersabda di dalam beberapa hadith sahih yang artinya: "Hak anak atas ayahnya ialah memberinya nama yang baik, mengajarnya menulis, mengahwinkannya apabila sudah cukup umur dan mengajarnya al-Quran" (Riwayat Al-Hakin dan Ad-Dailami)

"Pendidikan yang diberikan seseorang kepadanya lebih baik baginya daripada bersedekah satu sha’ (nilai mata uang)"

"Tidak ada suatu pemberian yang lebih baik daripada seorang ayah kepada anaknya daripada budi pekerti yang baik." (H.R. Tirmidzi)

Selain itu anak-anak juga berhak untuk mendapat perhatian dan memperoleh kasih sayang ibu bapaknya. Akhlaq Hussain menulis, "Seandainya ibu bapak tidak melayani anak-anak mereka dengan kasih sayang bagaimanakah mereka mengharapkan anak mereka berkelakuan baik kepada mereka?"

Salah satu peranan terpenting di dalam kehidupan ibu dan bapak adalah menjaga amanah Allah SWT dengan sebaiknya. Anak-anak adalah amanah yang utama.

Rasulullah SAW telah bersabda, yang artinya: (".......dan setiap suami adalah pemimpin bagi keluarganya. Ia akan diminta pertanggungjawabannya dan setiap isteri adalah pemimpin atas penghuni rumah dan anak suaminya, dan ia akan diminta pertanggungjawabannya.")

Oleh itu mendidik anak-anak menjadi soleh adalah satu tanggungjawab diniyah. Kegagalan mendididk mereka akan membawa akibat yang berat di akhirat. Allah SWT telah memperingatkan masalah ini di dalam Surah at-Tahrim, ayat 6 yang artinya : "Wahai orang-orang yang beriman! Selamatkan diri kamu dan anggota keluarga kamu daripada api neraka"

Tamaiyuz (perbedaan) di dalam tujuan dan perjalanan hidup da’i.

Salah satu masalah penting yang perlu difahami dan disadari ialah terdapat perbedaan yang nyata (tamaiyuz) di antara da’i dan anggota harakah Islam dengan anggota masyarakat yang lain. Perbedaan ini adalah dari segi tujuan dan perjalanan hidup kita. Kita menyadari bahwa Allah telah memerintahkan kita supaya menjadikan diri sebagai manusia Rabbani.

Allah SWT telah berfirman di dalam Surah Ali Imran ayat 79 yang artinya: "...Hendaklah kamu menjadi manusia-manusia rabbani"

Rabbani artinya kita memiliki ciri-ciri Rabbaniyah yang dikehendaki Allah SWT, saperti di dalam diri atau dalam perjalanan hidup kita.

Oleh itu kita mestilah bersifat Rabbani dari sudut ghoyah (tujuan) dan wijhah (haluan) maupun masdar (sumber) dan manhaj (sistem). Dengan itu sudah pasti kita berbeda besar daripada masyarakat, dari sudut tujuan pendidikan anak-anak dan juga method (kaedah) mendidik mereka.

Seorang sarjana pendidikan, Dr. Abdul Rahman Salih telah menulis: ".....setiap masyarakat mempunyai tujuan-tujuan tertinggi (idealisma) di dalam kehidupan mereka, dan masyarakat itu akan berusaha untuk mengantar anak-anak masyarakatnya kepada tujuan-tujuan tersebut. Setiap masyarakat juga mempunyai jalan-jalan atau metod-metod pendidikan untuk menyampaikan masyarakat tersebut kepada tujuan-tujuan mereka. Oleh itu apabila satu-satu masyarakat mengikuti atau meniru jalan-jalan dan metod-metod pendidikan satu masyarakat yang lain, mereka dengan sendiri telah mengambil idealisma atau hajat tertinggi masyarakat yang diikuti atau yang ditiru." Oleh demikian dalam melaksanakan tuntutan mendidik anak-anak, kita mestilah waspada supaya tidak tergelincir dari landasan pendidikan yang disyariatkan oleh Allah SWT dan yang diterjemahkan di dalam kehidupan Rasulullah SAW.

Sebagaimana yang dijelaskan, kita mempunyai ghoyah (tujuan tertinggi) dan hadaf (tujuan dekat) yang lebih tinggi dan lebih mulia. Ini melahirkan tamaiyuz dengan masyarakat. Kita adalah anggota harakah Islam yang mempunyai tujuan hidup membangunkan sistem Allah. Kita menjadikan tujuan hidup kita untuk menegakkan syariat Allah. Hikmah daripada kesadaran ini adalah menjadikan seluruh kehidupan kita sebagai ibadah. Dengan semua aktivitas hidup kita untuk mencapai tujuan yang suci ini. Oleh itu pembinaan diri kita sebagai mukmin (fardi muslim) yang ikhlas berjihad dan pembangunan baitul muslim (keluarga muslim) adalah untuk tujuan tersebut. Kelahiran serta pendidikan anak-anak kita adalah untuk tujuan ini.

Anak-anak adalah generasi pewaris dakwah.

Di samping mendidik anak-anak menjadi anak yang saleh, mereka perlu diproses dengan rapi agar bersedia memikul dan melaksanakan tanggung-jawab dakwah dan jihad. Anak-anak kita adalah pewaris perjuangan yang sedang kita laksanakan hari ini. Mereka akan dipertanggung jawabkan untuk meneruskan perjuangan suci dengan lebih berkesan karena kesadaran yang telah ada di dalam hati kita. Di atas hajat ini juga Allah menyebutkan doa nabi Zakaria di dalam Surah Maryam, ayat 5 yang artinya: "Anugerahkanlah aku seorang putera, yang akan mewarisi sebagian keluarga Ya'kub."

Oleh itu kita perlu bertanya kepada diri kita secara serius, adakah kita peka atau prihatin dengan tanggungjawab mendidik anak-anak kita? Kita perlu melihat anak-anak kita sebagai mad'u (orang yang diseru) yang perlu dibentuk melalui satu proses tarbiyah, iaitu proses penyucian diri, pembentukan kefahaman, kesadaran dan pembinaan syakhsiyah.

Pendidikan bagaimana yang dituntut untuk dilaksanakan?

Di dalam al-Quran Surah al-Ahzab, ayat 36 Allah SWT telah berfirman yang artinya: "Tidaklah patut bagi setiap mukminin dan mukminat apabila Allah dan Rasul-Nya telah memutuskan sesuatu, ada bagi mereka pilihan lain tentang urusan mereka."

Oleh itu kita dituntut untuk mendidik anak-anak melalui proses tarbiyah Islamiyah seperti manhaj, ghoyah, hadaf serta natijahnya. Tarbiyah Islamiyah mempunyai manhajnya yang tersendiri dan teristimewa karena manhaj ini datang dari Allah SWT, Allah yang berteraskan tauhid. Seluruh kehidupan untuk berubudiyah kepada Allah SWT semata-mata.

Satu lagi yang dituntut ke atas diri kita adalah ibu bapak sendiri; perlu melalui pendidikan ini terlebih dahulu dengan keikhlasan, kesungguhan serta penyerahan supaya kita terlebih dahulu menjadi manusia Rabbani. Ini karena salah satu prasyarat keberkesanan tarbiyah adalah contoh teladan.

Apakah Al Quran telah turun di hati kita???

Semalam merupakan malam yang sangat mulia....
Lebih dari 14 abad yang lalu, tepatnya di goa Hira, kota Mekkah Allah mengutus malaikat Jibril untuk menyampaikan Al Quran kepada hati Nabi muhammad saw agar jiwanya terisi dengan wahyu Allah sebagai landasan perbuatan beliau. Kuarang lebih 23 tahun Allah turunkan Al quran sebagai solusi kehidupan beliau dan umatnya saat itu. dan sangat wajar kalau Zaman tersebut merupakan Zaman Qurani, karena setiap aspek kehidupan berlandaskan Al Quran.....
Yang menjadi bahan renungan sekarang ini, Apakah kemukjizatan AL Quran sebagai sebuah petunjuk dan sumber panduan kehidupan masih dapat kita rasakan? Atau kalau bahasa Prof.Dr Komarudin HIdayat MA " APakah AL QUran NUzul pada hati kita sebagai cerminan tindakan kita?

Kebersamaan Keluarga di Bulan Ramadhan Oleh: Adinda

Kebersamaan Keluarga di Bulan Ramadhan

Di Bulan Ramadahan ini aku merasa kebersamaan di keluargaku meningkat, karena sebelumnya ibu dan bapakku sering sekali pulang malam, tapi sekarang jarang sekali pulang malam. Kebersamaan dikeluargaku adalah pada saat sahur dan berbuka puasa.Selain itu puasa melatihku bersabar dan menahan nafsu.

Berbuka puasa adalah saat yang aku nanti-nanti, aku dan keluargaku sama-sama memikirkan makanan apa yang ingin di makan. Selain itu aku kadang-kadang shalat maghrib berjamaah dengan bapakku, Ihsan, ibuku.

Saat sahur tidak semenyenangkan saat bebuka karena aku masih mengantuk. Aku sahur pada pukul 04:00 atau 03:30, pernah suatu kali kami telat bangun, bersam-sama kami membuat makanan yang praktis karena mbakku juga telat bangun, kalau aku hanya makan sereal dan minum susu kalau bapakku dan Ihsan makan abon dengan nasi dan minum air putih.





Nama: Adinda Hasna Rahmadia

Kelas: 5B

Puasa Itu Lebih Baik Oleh: Dhea

Puasa Itu Lebih Baik

"Aduh... Hausnya...", Rengek Dido seraya mengelus-elus tenggorokannya yang sudah kering tanpa air. " Minum saja ah...", Batinnya sambil menatap lurus kearah dapur. Dengan berjingkat sedikit demi sedikit dapur telah ada di depan mata Dido. "Fiuh!", Ucapnya lega lalu menyeka peluhnya.
Sudah beberapa kali Dido berbuat seperti ini. Diam-diam berbuka memang adalah hobinya. Tiap pulang sekolah, tanpa sepengetahuan bunda ia berjingkat kearah dapur lalu mengeluarkan segelas susu dingin dari dalam kulkas juga roti panggang bekas sahur. Seperti saat ini, dua camilan favoritnya itu telah terhidang di hadapannya. Dengan mata berbinar-binar dia berkata "Ya Allah... Maafin Dido ya.. Dido gak kuat nih...", Permohonan maaf seperti itulah yang biasa ia katakan.
Hap! dido mengambil gelas susu. Tapi, ketika ia baru ingin meneguk susu segar itu, susu itu bagai tak bergerak alias diam di tempat alias membeku alias TIDAK BISA DIMINUM!. "Aduuuuuuuuuh.... Dasar susu pemalu! Pake gak mau keluar segala lagi!" Protes Dido yang kini tengah mengetuk-ngetuk badan gelas namun hasilnya nihil. " Aaaaaah...", Dido kini meletakkan kembali gelas susu itu. " Lebih baik aku makan roti dulu deh..." Ucap Dido pelan. Namun, peristiwa aneh kembali terjadi, Roti itu tak bisa diangkat dari piring! "Aduuh!!!!!!!! kok gak biasanya sih.....", Rengek Dido.
" Kami tidak mau dimakan olehmu!!!!!!!!", Tiba-tiba Roti dan susu itu berbicara!. " Ke...ke...kenapa kalian bisa bicara?????", Tanya Dido gagap sembari menunjuk-nunjuk mulutnya. " Yaiyalah!" Jawab roti. " Pokoknya kami tidak mau dimakan olehmu! Sekarangkan bulan puasa, kita tak boleh makan dan minum dari saat matahari terbit hingga terbenam!" Sambung susu." Habis itu, apa urusannya dengan kalian??", Sahut Dido ketus. " Hei Dido, puasa itu sangat bermanfaat bagi kita tau! Rugi deh kalau kamu gak puasa!" Jelas roti. "Rugi kenapa???? Kan aku laper...", Dido memberi alasan. " Gini loh, puasa itu kan hanya sebulan dalam setahun, nah, saat puasa inilah kita membersihkan isi perut kita atau makanan yang sudah menumpuk di perut kita agar tidak terlalu banyak. Daaaaaaan.... Puasa itu juga berguna untuk kesehatan...", susu menjelaskan layaknya seorang guru." Humm... Tapi kok, aku gak kurus-kurus?" Tanya Dido." Emangnya puasa buat terapi pelangsingan apa?" Balas roti. Spontan ketiganya tertawa cekikikan.

“ Lebih baik langsung aku jelasin aja ya.... Apa manfaat puasa..”, Kata roti kembali mengawali pembicaraan. “ Ok!”, Jawab susu dan Dodi serempak. “ Jadi begini murid-muridku yang manis...., Puasa berguna untuk:



1. Membuat kita lebih Taqwa kepada Allah.

2. Mendapatkan pahala yang banyak.

3. Memberikan efek yang menyehatkan tubuh juga menyembuhkan banyak

penyakit.

4. Melatih kita untuk menahan nafsu.

5. Mendorong kita untuk selalu berbuat kebaikan.

6. Bisa memasukkan kita kedalam surga bila kita sudah meninggal.

7. Melatih sabar, menahan emosi, jujur, disiplin, pengaturan diri, dll.

8. Mempersempit jalan aliran darah dimana para setan berlalu-lalang .

9. Mempererat tali silaturahmi saat sahur dan buka bersama.

10. Menghilangkan dosa dan dapat saling maaf-maafan.

Nah... Semuanya sudah mengerti????”, Tanya roti. “ Ya Bu Guru..”, Jawab susu dan Dodi serempak.

“ Oooooo, jadi puasa itu baik banget bagi kesehatan ya?? Juga banyak manfaat laninnya, betul gak?” Dodi bertanya pada susu dan roti. “ Bener Dodi, pada akhirnya puasa membawa kita pada kenikmatan tersendiri”, Jawab susu. “ Iya, kalian berdua benar!”, Timpal roti.” Sekarang, jadi mau berbuka gak?”, Tanya susu dan roti.” Eh...oh... Iya, soalnya aku laper... Banget!” Balas Dodi. “ Yaah... Berarti kamu belum mengerti dong...”” Iya, padahal kita udah capek banget mengajarkan semuanya”, Susu dan roti hampir putus asa.” Hehehehehe, tenang... Aku hanya bercanda kok, just kidding...”, Jawab Dodi. “ DODI!!!!!!”, Teriak susu dan roti.
Tak lama setelah itu, Adzan Maghrib berkumandang. “ Alhamdulillah...”, Ucap Dodi lega. Setelah membaca doa, Dodi segera berbuka. “Susu, roti, sekarang aku boleh kan makan kalian?”, Tanya Dodi. “Dengan senang hati!”, Jawab susu dan roti hampir bersamaan. Tak lama setelah itu, Bunda Dodi datang beserta Ayah Dodi. Mereka lalu berbuka bersama. “ Hhhhh... Ternyata berbuka pada waktunya lebih enak. Benar kata roti dan susu rasa kebersamaan jadi lebih terasa. Alhamdulillah tadi aku bertemu mereka berdua, kalau tidak mungkin akan seterusnya aku berbuka diam-diam”, Syukur Dodi dalam hati.

Mulai saat itu, Dodi tak pernah berbuka diam-diam lagi. Ia lebih senang berpuasa full dan berbuka bersama keluarganya. Ternyata puasa itu lebih baik ya???????

Sabtu, 05 September 2009

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH
Oleh: A. Tafsir
PENDAHULUAN
Untuk melaksanakan pendidikan agama Islam yang berhasil perlu dilakukan
pendidikan agama yang terpadu. Keterpaduan yang dimaksud adalah:
keterpaduan tujuan, keterpaduan materi, keterpaduan proses.
Keterpaduan tujuan berarti pencapaian tujuan pendidikan merupakan
tanggung jawab semua pemangku kepentingan (stakeholders) pendidikan, yaitu
pemerintah, kepala sekolah, guru, orang tua siswa, dan masyarakat.
Keterpaduan materi ialah keterpaduan isi kurikulum yang digunakan atau
materi pelajaran. Semua materi pelajaran yang dipelajari siswa handaknya
saling memiliki keterkaitan antara satu mata pelajaran dengan mata pelajaran
yang lainnya. Pengikat keterpaduan tersebut adalah tujuan pendidikan
keimanan dan ketakwaan. Jadi selain tujuan mata pelajaran itu sendiri,
hendaknya semua bahan ajar mengarah kepada terbentuknya manusia beriman
dan bertaqwa.
Keterpaduan proses, berarti para pendidik hendaknya menyadari bahwa
semua kegiatan pendidikan sekurang-kurangnya tidak berlawanan dengan
tujuan pendidikan keimanan dan ketakwaan, bahkan dikehendaki semua
kegiatan pendidikan membantu tercapainya siswa yang beriman dan bertakwa.
Ada beberapa konsep yang harus dipahami dan diterapkan untuk
menjadikan pendidikan agama (termasuk agama Islam) berhasil
memberagamakan murid. Konseo-konsep itu diuraikan berikut ini.
MEMAHAMI PRINSIP-PRINSIP
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH
Pengertian Pendidikan Agama Islam
Pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan siswa agar
memahami ajaran Islam (knowing), terampil melakukan ajaran Islam (doing),
dan melakukan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari (being).
Tujuan Pendidikan Agama Islam
Adapun tujuan pendidikan agama Islam di sekolah umum adalah untuk
meningkatkan pemahaman, keterampilan melakukan, dan pengamalan ajaran
Islam dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan utama pendidikan agama Islam di
sekolah ialah keberagamaan, yaitu menjadi muslim yang sebenarnya.
Keberagamaan inilah yang selama ini kurang di perhatikan.
2
Cara Mencapai Tujuan itu
Tujuan itu, secara sederhana, dapat dicapai dengan pengajaran kognitif
(untuk pemahaman), latihan melakukan (untuk keterampilan melakukan) dan
usaha internaslisasi (untuk keberagamaan). Upaya memberagamakan akan
lebih mudah dilakukan di sekolah bila pendidikan agama itu dijadikan core
sistem pendidikan.
MENJADIKAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEBAGAI CORE SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL
Bagaimana seharusnya konsep pendidikan nasional itu agar sesuai dengan
kehendak Pancasila dan UUD45? Untuk menjawab pertanyaan itu dibahas halhal
berikut ini.
Cara Mengoperasikan Negara
Sebuah negara terbentuk bila memenuhi tiga syarat. Pertama, ada
sekelompok orang yang bersepakat membentuk negara. Mereka inilah yang
disebut warga negara. Kedua, ada tempat tinggal atau wilayah yang jelas
batasnya. Inilah yang kelak disebut sebagai tanah air. Ketiga, ada nilai-nilai
luhur yang disepakati sebagai sumber aturan satu-satunya dalam
mengoperasikan negara itu. Inilah yang disebut filsafat negara.
Setiap negara memiliki filsafat negara. Negara Indonesia memiliki filsafat
negara yang disebut Pancasila. Filsafat negara itu disepakati menjadi sumber
nilai atau rujukan satu-satunya dalam membuat aturan mengoperasikan negara
itu.
Nilai-nilai dalam filsafat negara itu masih sangat umum dan abstrak. Nilainilai
itu harus dioperasionalkan. Nilai dalam filsafat negara itu dioperasionalkan
dalam konstitusi atau disebut juga undang-undang dasar (UUD). UUD itu pun
masih umum sifatnya, maka UUD itu masih harus dioperasionalkan. UUD
dioperasionalkan dalam undang-undang (UU). Kadang-kadang UU itu masih
juga harus dioperasionalkan. UU dioperasionalkan ke dalam peraturan
pemerintah (PP). Nah, PP masih perlu dioperasionalkan ke dalam surat
keputusan menteri (SKM). Kadang-kadang SKM masih perlu dioperasionalkan
dalam petunjuk teknis (JUKNIS). Urutan operasionalisasi itu terlihat lebih mudah
dalam diagram berikut:
3
-------------------------------------------------------
ILSAFAT NEGARA
KONSTITUSI (UUD)
UNDANG-UNDANG (UU)
PERATURAN PEMERINTAH (PP)
SURAT KEPUTUSAN MENTERI (SKM)
PETUNJUK TEKNIS (JUKNIS)
------------------------------------------------------------
Bagaimana aplikasi teori itu dalam menurunkan Pancasila ke dalam undangundang
tentang sistem pendidikan nasional? Itu terlihat dalam uraian singkat
berikut.
Core Pancasila adalah sila pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa). Pendapat
yang sangat penting itu disimpulkan dari gambar Pancasila sebagai berikut:
Gambar di atas bukanlah gambar Pancasila.
4
Gambar ini pun bukan gambar Pancasila.
Gambar ketiga ini adalah gambar Pancasila. Gambar bintang terletak di tengah
menegaskan bahwa Ketuhanan YME itu adalah core Pancasila. Bila Ketuhanan
YME adalah core Pancasila maka membaca Pancasila haruslah sebagai berikut:
(1) Ketuhanan YME;
(2) Kemanusiaan yang adil dan beradab berdasarkan Ketuhanan YME;
(3) Persatuan Indonesia yang berdasarkan Ketuhanan YME;
(4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan berdasarkan Ketuhanan YME;
(5) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia berdasarkan Ketuhanan
YME.
Karena Ketuhanan YME adalah core Pancasila, maka seluruh turunannya
(UUD, UU, PP, SKM, JUKNIS) haruslah menempatkan Ketuhanan YME sebagai
core. Pendapat itu ditarik berdasarkan paradigma yang tergambar dalam chart
berikut:
5
----------------------------------------------------------------------------------
ATURAN C O R E
----------------------------------------------------------------------------------
PANCASILA Ketuhanan YME
UUD Ketuhanan YME
UU Ketuhanan YME
PP Ketuhanan YME
SKM Ketuhanan YME
JUKNIS Ketuhanan YME
UUD45 harus menurunkan seluruh nilai yang ada di dalam Pancasila. Nilai
pertama dan utama yang ada dalam Pancasila ialah Ketuhanan YME dan nilai ini
merupakan core Pancasila. Nilai ini telah turun dengan sempurna dalam UUD45.
Itu terlihat pada kata-kata “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha …” yang
tertulis dalam Pembukaan UUD45. Jadi, core UUD45 adalah Ketuhanan YME
itu. Agak disayangkan core itu tidaklah turun secara sempurna ke dalam UU
Nomor 20/2003. Itu terlihat pada pasal 3 UU itu; pada pasal tiga itu keimanan
dan ketakwaan tidak merupakan core sistem pendidikan nasional. Pada pasal 3
UU No.20/2003 disebutkan bahwa pendidikan nasional bertujuan untuk
berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,
cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta
bertanggung jawab. Gambarnya sebagai berikut:
6
Keimanan dan ketakwaan menjadi core pendidikan nasional bila rumusan
tujuan itu sebagai berikut: pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya
potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertakwa terhadap
Tuhan Yang Maha Esa yang berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,
mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Gambarnya sebagai berikut:
Kreatif Cakap
Mandiri Berilmu
Demokratis
Bertanggung
Jaawab
Sehat
Berakhlak
Mulia
Beriman dan
bertakwa
Berilmu Cakap
Sehat Kreatif
Berakhlak
Mulia
Mandiri
Demokratis
Bertanggungjawab
Beriman
Bertakwa
7
OPTIMALISASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
OLEH GURU AGAMA ISLAM
Pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan siswa agar
memahami (knowing), terampil melaksanakan (doing), dan mengamalkan
(being) agama Islam melalui kegiatan pendidikan. Tujuan pendidikan Agama
Islam di sekolah (bukan di madrasah) ialah murid memahami, terampil
melaksanakan, dan melaksanakan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari
sehingga menjadi orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT
berakhalak mulia dalam kehidupan pribadi, berkeluarga, bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara.
Optimalisasi Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak berarti penambahan
jumlah jam pelajaran di sekolah, tetapi melalui optimalisasi upaya pendidikan
agama Islam. Itu berupa optimalisasi mutu guru agama Islam dan optimalisasi
sarana.
Karakteristik utama PAI adalah banyaknya muatan komponen being, di
samping sedikit komponen knowing dan doing. Hal ini menuntut perlakuan
pendidikan yang banyak berbeda dari pendidikan bidang studi umum.
Pembelajaran untuk mencapai being yang tinggi lebih mengarahkan pada
usaha pendidikan agar murid melaksanakan apa yang diketahuinya itu dalam
kehidupan sehari-hari. Bagian paling penting dalam PAI ialah mendidik murid
agar beragama; memahami agama (knowing) dan terampil melaksanakan
ajaran agama (doing) hanya mengambil porsi sedikit saja. Dua yang terakhir ini
memang mudah.
Berdasarkan pengertian itulah pendidikan agama Islam memerlukan
pendekatan pendekatan naql, akal dan qalbu. Selain itu juga diperlukan sarana
yang memadai sehingga mendukung terwujudnya situasi pembelajaran yang
sesuai dengan karakter pendidikan agama Islam. Sarana ibadah, seperti
masjid/mushallah, mushaf al-Quran, tempat bersuci/tempat wudlu merupakan
salah satu contoh sarana pendidikan agama Islam yang dapat dipergunakan
secara langsung oleh siswa untuk belajar agama Islam.
Peningkatan mutu guru agama Islam diarahkan agar ia mampu mendidik
muridnya untuk menguasai tiga tujuan tadi. Untuk itu perlu ditingkatkan
kemampuannya dalam penguasaan materi pelajaran agama, penguasaan
metodologi pengajaran, dan peningkatan keberagamaannya sehingga ia pantas
menjadi teladan muridnya.
Banyak orang memberikan penilaian terhadap keberhasilan guru agama
Islam (GAI). Pada umumnya, mereka menyatakan bahwa GAI banyak gagal
dalam pelaksanaan pendidikan agama Islam.
Penelitian menunjukkan bahwa pada aspek knowing dan doing guru
agama tidak gagal; mereka banyak gagal pada pembinaan aspek
keberagamaan (being). Murid-muridnya memahami ajaran agama Islam,
terampil melaksanakan ajaran itu, tetapi mereka sebagiannya tidak
melaksanakan ajaran Islam tersebut dalam kehidupannya sehari-hari. Mereka
memahami hukum dan cara shalat lima, terampil melaksanakan shalat lima,
8
tetapi sebagian dari murid itu tidak melaksanakan shalat lima. Mereka tahu
konsepjujur, mereka tahu cara melaksanakan jujur, tetapi sebagian dari mereka
tetap sering tidak jujur dalam kehidupannya sehari-hari. Jadi, aspek
keberagamaan itulah yang sangat penting untuk ditingkatkan.
Berikut ini adalah uraian singkat tentang metode internalisasi yang
bertujuan untuk meningkatkan keberagamaan siswa sekolah.
Metode Internalisasi
Sesuatu yang telah diketahui dapat saja sekedar diketahui, tempatnya di
otak. Untuk mengetahui apakah murid sudah tahu, guru dapat memberikan soal
ujian atau ulangan. Jika jawabannya benar, berarti murid sudah tahu. Murid
mampu bahkan terampil melaksanakan yang ia ketahui itu. Tempatnya di
anggota badan. Nah, yang di otak dan yang di badan itu boleh jadi menetap
saja di situ; dua-duanya itu masih berada di luar kepribadian, masih berada di
daerah ekstern, belum berada di daerah dalam kepribadian (intern). Karena itu
pengetahuan dan keterampilan harus dimasukkan ke daerah intern. Proses
memasukkan inilah yang disebut internalisasi. Untuk memahami konsep ini lebih
dalam cobalah perhatikan uraian berikut ini.
Tiga Tujuan Pembelajaran
Ada tiga tujuan pembelajaran. Ini berlaku untuk pembelajaran apa saja.
1. Tahu, mengetahui (knowing). Di sini tugas guru ialah mengupayakan agar
murid mengetahui sesuatu konsep. Murid diajar agar mengetahui menghitung
luas bidang. Guru mengajarkan bahwa cara yang paling mudah untuk
mengetahui luas bidang segi empat ialah dengan mengalikan panjang (p)
dengan lebar (l). Guru menuliskan rumus: Luas = panjang x lebar (L=pxl). Guru
mengajarkan ini dengan cara memperlihatkan beberapa contoh bidang. Untuk
mengetahui apakah murid telah memahami, guru sebaiknya memberikan soalsoal
latihan, baik dikerjakan di sekolah maupun di rumah. Akhirnya guru yakin
bahwa muridnya telah mengetahui cara menentukan luas bidang segi empat.
Selesai aspek knowing.
2. Terampil melaksanakan atau mengerjakan yang ia ketahui itu (doing).
Dalam hal luas bidang seharusnya murid dibawa ke alam nyata yaitu
menyaksikan bidang (bidang-bidang) tertentu, lantas satu persatu murid (dapat
juga dibagi menjadi kelompok-kelompok) mengukur secara nyata dan
menentukan luas bidang itu. Bila semua murid telah menghitung dengan cara
yang benar dan hasil yang benar maka yakinlah guru bahwa murid telah
mampu melaksanakan yang ia ketahui itu (dalam hal ini konsep dalam rumus
itu tadi). Sampai di sini tercapailah tujuan pembelajaran aspek doing.
3. Melaksanakan yang ia ketahui itu. Konsep itu seharusnya tidak sekedar
menjadi miliknya tetapi menjadi satu dengan kepribadiannya. Dalam hal contoh
tadi setiap ia hendak mengetahui luas, ia selalu menggunakan rumus yang telah
diketahuinya itu. Inilah tujuan pengajaran aspek being.
Dalam pengajaran yang tidak mengandung nilai buruk-baik (seperti
pengajaran Matematika itu) proses dari knowing ke doing, dari doing ke being
itu akan berjalan secara otomatis. Artinya, bila murid telah mengetahui
9
konsepnya, telah terampil melaksanakannya, secara otomatis ia akan
melaksanakan konsep itu dalam kehidupannya. Nanti dalam kehidupannya, ia
akan selalu mengalikan panjang dengan lebar bila mencari luas. Jika ia kurang
baik akhlaknya, paling jauh ia menipu angka, mungkin dia menipu dalam
mengukur panjang atau lebar, tetapi rumus itu tidak mungkin
diselewengkannya. Karena itu dalam pengajaran yang tidak mengandung nilai
(maksudnya: konsepnya bebas nilai) proses pembelajaran untuk mencapai
aspek being tidaklah sulit. Sangat berbeda bila dibandingkan dengan konsep
yang mengandung nilai. Perhatikan contoh berikut.
Tiga Tujuan Pembelajaran Shalat
Dengan memakai teori di atas kita dapat mengurai tiga tujuan pembelajaran
shalat sebagai berikut:
1. Tahu konsep shalat (knowing).
Dalam hal ini murid mengetahui definisi shalat, syarat dan rukun shalat,
serta hukum shalat dalam ajaran Islam. Untuk mencapai tujuan ini guru dan
murid dapat memilih metode yang telah banyak tersedia. Metode ceramah
boleh digunakan, diskusi juga mungkin, tanya jawab baik juga, dan seterusnya.
Untuk mengetahui apakah murid memang telah paham konsep, syarat dan
rukun shalat, guru dapat menyelenggarakan ujian berupa ujian harian yang
sering disebut ulangan harian, atau dengan cara lain. Yang diuji hanyalah aspek
pengetahuannya tentang konsep, syarat, dan rukun shalat. Jika hasil ujian
semuanya bagus, berarti tujuan pembelajaran asepek knowing telah tercapai.
1. Terampil melaksanakan shalat (doing).
Untuk mencapai tujuan ini metode yang baik kita gunakan ialah metode
demonstrasi. Guru mendemonstrasikan shalat untuk memperlihatkan cara
shalat. Lantas murid satu demi satu (imgat: satu demi satu)
mendemonstrasikan shalat. Guru dapat memutarkan video rekaman shalat
(lengkap fi’liyah dan qauliyahnya) dan murid menontonnya. Tatkala murid
diminta mendemonstrasikan, guru telah dapat sekaligus memberikan penilaian.
Jadi, di sini dilakukan pengajaran sekaligus penilaian. Bila guru telah yakin
seluruh (sekali lagi seluruh) murid telah mampu melaksanakan (artinya terampil
dalam cara shalat), maka tujuan aspek doing telah tercapai.
2. Murid melaksanakan shalat dalam kehidupannya sehari-hari (being).
Nah, di sinilah bagian yang paling rumit itu. Sebenarnya, kekurangan
pendidikan agama di sekolah selama ini hanya terletak di sini, tidak pada aspek
knowing dan doing. Bagian knowing dan doing telah beres dan telah mencapai
hasil yang sangat bagus karena bagian ini memang mudah. Jadi, jika berbicara
metode pembelajaran agama Islam, sebenarnya untuk tujuan pertama
(knowing) dan kedua (doing) itu sudah tidak ada lagi persoalan, anggap saja
telah selesai, tidak lagi perlu diberikan pelatihan tentang itu. Itu sudah beres,
katakanlah baik secara keilmuan maupun dalam pelaksanaan. Bagaimana
metode untuk meningkatkan keberagamaan siswa. Ini aspek being.
Inilahpersoalan kita.
Pengetahuan masih berada di otak, di kepala, katakanlah masih berada di
pikiran, itu masih berada di daerah luar (extern); keterampilan melaksanakan
10
juga masih berada di daerah extern. Upaya memasukkan pengetahuan
(knowing) dan keterampilan melaksanakan (doing) itu ke dalam pribadi, itulah
yang kita sebut sebagai upaya internalisasi atau personalisasi. Internalisasi
karena memasukkan dari daerah extern ke intern, personalisasi karena upaya
itu berupa usaha menjadikan pengetahuan dan ketermpilan itu menyatu dengan
pribadi (person).
Metode internalisasi itu diaplikasikan dalam berbagai teknik. Ada dua tenik
utama. Pertama, teknik pengajaran kognitif; untuk ini Anda dapat menyusun
program pengajaran kognitif dengan menggunakan uraian afektifnya Bloom
dan kawan-kawan. Kedua teknik non pengajaran kognitif, seperti yang diuraikan
berikut ini.
1. Peneladanan
Pendidik meneladankan kepribadian muslim, dalam segala aspeknya baik
pelaksanaan ibadah khas maupun yang ‘am. Yang meladankan itu tidak hanya
guru, melainkan semua orang yang kontak dengan murid itu, antara lain guru
(semua guru), kepala sekolah, pegawai tata usaha, dan segenap aparat sekolah
termasuk pesuruh, penjaga sekolah, penjaga sepeda, dan orang-orang yang
berjualan di sekitar sekolah. Terpenting ialah peneladanan oleh orang tua murid
di rumah. Mereka itu seharusnya meneladankan tidak hanya pengamalan
ibadah khas, tetapi juga ibadah yang umum seperti meneladankan kebersihan,
sifat sabar, kerajinan, transparansi, musyawarah, jujur, kerja keras, tepat
waktu, tidak berkata jorok, mengucapkan salam, seyum, dan seterusnya
mencakup seluruh gerak gerik dalam kehidupan sehari-hari yang telah diatur
oleh Islam.
Mengapa peneladanan sangat efektif untuk internalisasi? Karena murid
secara psikologis senang meniru, kedua karena sanksi-sanksi sosial, yaitu
seseorang akan merasa bersalah bila ia tidak meniru orang-orang di sekitarnya.
Dalam Islam bahkan peneladanan ini sangat diistimewakan dengan
menyebut bahwa nabi itu teladan yang baik (uswah hasanah). Nabi dan Tuhan
menyatakan teladanilah nabi. Dalam perintah yang ekstrem disebutkan barang
siapa yang menginginkan berjumpa dengan Tuhannya hendaklah ia mengikuti
Allah dan rasulNya.
Jika di atas dikatakan pembelajaran agama Islam selama ini gagal pada
bagian keberagaman, sangat mungkin guru agama dan para pendidik lainnya
kuarang memperhatikan teori ini.
2. Pembiasaan
Kadang-kadang kepala sekolah merasa terlalu banyak waktu akan terbuang
bila pembiasaan hidup beragama terlalu maksimal di sekolahnya. Ada
pembiasaan shalat berjama’ah zuhur, dikatakan merepotkan, memboroskan
waktu. Ada pembiasaan melaksanakan shalat jum’at di sekolah, disebut
memboroskan waktu dan merepotkan.
Satu kelas menengok kawannya yang sakit, digunakan waktu 60 menit, itu akan
merugikan jam pelajaran efektif, urunan untuk membantu teman yang sakit
disebut pemborosan, dan sebagainya.
11
Pandangan ini sebenarnya sangat keliru. Inti pendidikan yang sebenarnya
ialah pendidikan akhlak yang baik. Akhlak yang baik itu dicapai dengan
keberagamaan yang baik, keberagamaan yang baik itu dicapai dengan –antara
lain- pembiasaan. Jarang kepala sekolah menyadari bahwa bila akhlak murid
baik, maka pembelajaran lainnya akan dapat dilaksanakan dengan lebih mudah
dengan hasil yang lebih baik. Konsep ini sekalipun sangat jelas, pada umumnya
belum juga disadari oleh para guru.
3. Shalat sunnat mutlak sebagai pengganti ceramah Israk Mikraj.
Tatkala tiba hari peringatan isra mikraj, biasanya ada ceramah. Isi ceramahnya
sudah ditebak murid-murid. Karena itu sesekali tidak perlu ada ceramah.
Diumumkan pada murid, besok siap wudluk dari rumah, bawa pakaian slahat,
kita akan mengadakan peringatan israk mikraj. Tiba waktunya, pada jam
pelajaran pertama, semua murid disuruh masuk musholla atau aula, lantas
melakukan shalat sunat sebanyak –misalnya- 20 rakaat, lakukan dua-dua,
namanya shalat sunat mutlak. Itu akan menggunakan waktu sekitar 30 menit
termasuk persiapan. Isra mikraj itu intinya ialah shalat. Setelah selesai
kembalilah ke kelas, jam pelajaran efektif hanya terpakai sekitar 40 menit
secara keseluruhan.
4. Membaca shalawat sebagai pengganti ceramah Maulud Nabi.
Tatkala peringatan maulud nabi, sesekali tidak perlu ada ceramah, toh
ceramahnya rata-rata sudah dapat ditebak. Guru mengumumkan pada murid
bahwa besok kita mengadakan peringatan maulud nabi. Besoknya murid-murid
semua dikumpulkan di aula atau musholla (bila dapat menampung). Guru
mengomando, mari kita membacakan shalawat untuk nabi, selama 20 menit.
Guru agama, atau guru lain, atau salah seorang murid memimpin pembacaan
shalawat. Bila telah selesai, kembalilah ke kelas. Jam pelajaran efektif hanya
terpakai kurang dari 30 menit.
5. Berbagai perlombaan
Perlombaan-perlombaan banyak yang dapat dimanfaatkan sebagai teknik
internalisasi yang dimaksud. Perlombaan mengarang yang isinya diarahkan ke
nilai-nilai keberagamaan, perlombaan berpidato atau khutbah, cerdas cermat,
dan sebangsanya merupakan pilihan yang layak dipertimbangkan.
6. Berbagai doa
Do’a akan memulai pelajaran boleh saja sekali-sekali membaca sesuatu ayat
(atau beberapa ayat) al-Qur`an. Do’a selesai belajar sebaiknya jangan satu
macam. Boleh diganti dengan bacaan semacam wirid. Misalnya, guru berkata
anak-anak kita telah selesai belajar, kita akan pulang kerumah, mari kita
membaca ayat kursi 3 kali, mulai. Lantas pulang dan guru tidak usah
mengucapkan apa-apa lagi.
7. Menyanyikan lagu-lagu keagamaan
Ini baik sekali bagi murid-murid Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar.
12
8. Membaca Al-Qur`an
Sekira 10 menit sebelum jam pelajaran pertama dianjurkan anak-anak itu
membaca al-Qur`an yang dibawanya dari rumah.
9. Selalu thahur
Maksudnya, para murid itu selalu dalam keadaan wudluk, wudluknya tidak
pernah batal. Guru dapat menganjurkan murid-muridnya agar selalu thahur;
tentu saja guru meneladankan.
10. Puasa sunnat
Murid-murid sangat dianjurkan melaksanakan puasa sunnat, misalnya puasa
Senen Kamis, Senan saja atau Kamis saja, sebaiknya guru meneladankan.
Pendidikan menuju keberagamaan yang tinggi harus didukung oleh semua
pihak, termasuk orang tua di rumah. Dukungan itu sebenarnya merupakan
bagian dari penerapan metode internalisasi tadi.
Upaya menemukan teknik-teknik itu harus ada pada guru-guru, spesifikasi
sekolah dan tempat pendidikan masing-masing berbeda, teknik-tenik tertentu
tepat pada suatu tempat belum tentu cocok digunakan di tempat lain.
Kebiasaan di pesantren akan merupakan sumber belajar guru dalam rangka
menemukan teknik lebih banyak dan lebih variatif. Memasukkan konsep ke
dalam susunan berbentuk karangan indah, nyanyian, merupakan kemungkinan
teknik internalisasi yang cukup efektif terutama pada murid-murid tingkat
taman kanak-kanak dan sedolah dasar sembilan tahun.
Apa yang dikemukakan di atas, yaitu metode internalisasi dan tekniktekniknya,
masih dalam bentuk gagasan. Nanti setelah sering dicobakan dan
ternyata hasilnya baik, maka gagasan tersebut menjadi teori ilmu (sain)
pendidikan; sementara ini gagasan itu masih berada di daerah filsafat
pendidikan.
INTEGRASI AJARAN AGAMA ISLAM KE DALAM
PEMBELAJARAN
Penyelenggaraan pendidikan keimanan dan ketakwaan (imtak) itu adalah
tugas sekolah, bukan tugas guru agama saja. Tujuan pendidikan imtak itu tidak
akan tercapai bila hanya dilakukan oleh guru agama saja. Karena itu kepala
sekolah, semua guru, semua karyawan, dan orang tua murid harus ikut
menyelenggarakan pendidikan imtak itu.
Bab ini membicarakan sebagian yang harus dilakukan oleh guru umum
dalam rangka membantu terselenggaranya pendidikan imtak agar pendidikan
imtak itu lebih maksimal hasilnya.
Yang dimaksud dengan guru umum ialah guru yang mengajarkan mata
pelajaran umum, seperti guru Matematika, guru Biologi, guru Olah Raga, dan
lain-lain, pokoknya guru selain guru agama. (Penyebutan guru umum ini sudah
13
tepat; itu bukan pertanda kita menganut dikotomi. Umum itu lawannya khusus,
bukan agama. Sering orang mengatakan umum-agama sebagai tanda penganut
dikotomi).
Bagaimana cara guru umum melaksanakan pendidikan imtak, sementara ia
bukan guru agama? Caranya ialah dengan mengintegrasikan ajaran agama ke
dalam pembelajarannya.
Pengintegrasian itu dapat dilakukan pada:
a. Pengintegrasian materi pelajaran,
b. Pengintegrasian proses
c. Pengintegrasian dalam memilih bahan ajar
d. Pengintegrasian dalam memilih media pengajaran.
Pengintegrasian materi, maksudnya ialah mengintegrasikan konsep atau
ajaran agama ke dalam materi (teori, konsep) pengetahuan umum yang sedang
diajarkan. Ini terbagi menjadi beberapa kemungkinan:
a. Pengintegrasian filosofis, bila tujuan fungsional mata pelajaran (umum)
sama dengan tujuan fungsional mata pelajaran agama. Misalnya: Islam
mengajarkan perlunya hidup sehat, sementara Ilmu Kesehatan juga
mengajarkan perlunya hidup sehat. Matematika mengajarkan teliti, Islam
juga mengajarkan teliti.
b. Pengintegrasian karena konsep agama berlawanan dengan konsep
pengetahuan umum. Misalnya (jika benar) guru Biologi mengajarkan
manusia berasal dari monyet (mungkin mengacu pada teori Darwin)
sementara guru agama Islam mengajarlkan bahwa manusia berasal dari
Adam, dan Adam dari tanah. Yang berlawanan ini harus diselesaikan:
mungkin guru agama Islam (GAI) yang salah mungkin juga guru Biologi
yang keliru. Yang penting, konsep yang berlawanan itu jangan diajarkan
seperti itu. Misalnya, GAI mengajarkan bahwa bunga bank, betapapun
kecilnya, haram; sementara guru Ekonomi mengajarkan bahwa bunga bank
boleh. Ini pun harus diselesaikan. Murid tidak boleh diajari konsep yang
berlawanan.
c. Pengintegrasian dapat dilakukan jika konsep agama saling mendukung
dengan konsep pengetahuan (umum). Misalnya Guru Ilmu Kesehatan
sedang mengajarkan konsep bahwa kebanyakan penyakit berasal dari
makanan; lantas ia mengajarkan bahwa diet itu perlu untuk kesehatan. guru
Ilmu Kesehatan itu dapat meneruskan bahwa puasa adalah diet yang sangat
baik. Cukup begitu saja, tidak usah menuliskan dalil atau uraian lebih
banyak. Misalnya lainnya. Guru Astronomi sedang menerangkan benda
angkasa, bahwa benda angkasa itu beredar pada garis edarnya masingmasing.
Lantas ia mengatakan bahwa ada ayat al-Qur`an yang menjelaskan
bahwa memang benda-benda di langit itu beredar pada garis edarnya
masing-masing karena diatur Allah demikian. Cukup sebegitu, tidak usah
pakai dalil atau uraian lain.
Pengintegrasian perlu dilakukan juga dalam proses pembelajaran.
Konsepnya: jangan ada proses pembelajaran yang berlawanan dengan ajaran
agama Islam. Misalnya: guru renang laki-laki mengajari murid perempuan
14
berenang. Penyelesaiannya ialah mengganti guru renang lelaki dengan guru
renang perempuan. Dengan demikian proses berjalan sesuai dengan ajaran
Islam. Demikian juga pada proses yang lain seperti pengajaran menari dan lain
sebagainya.
Pengintegrasian perlu juga dilakukan dalam memilih bahan ajar. Misalnya
guru Bahasa Indonesia dapat memilih bahan ajar yang memuat ajaran Islam
untuk dibahas, misalnya dalam memilih sanjak; juga dalam memilih bahan
bacaan lainnya. Di sini, guru Bahasa Indonesia itu memang berniat hendak
meningkatkan imtak siswa melalui pengajaran Bahasa Indonesia.
Pengintegrasian juga dapat dilakukan dalam memilih media. Misalnya,
tatkala guru Matematika memilih sosok, ia menggunakan sosok mesjid untuk
mengganti rumah. Ia mengajarkan bahwa satu mesjid ditambah dua mesjid
sama dengan tiga mesjid. Tentu itu hanya dilakukan sekali-sekali saja.
Pengintegrasian itu dilakukan secara selintas, seperti tidak disengaja, tidak
formal, tidak ditulis dalam lesson plan (persiapan mengajar), tidak dievaluasi
baik pada post-test mapun pada ulangan umum, tidak mengurangi waktu
efektif pengajaran umum.
Usaha pengintegrasian materi ini, di samping untuk membantu tercapainya
tujuan PAI juga berdaya dalam menghilangkan pandangan dikotomis yang
menganggap bahwa pengetahuan (pengetahuan ilmu, pengetahuan filsafat,
pengetahuan mistik) merupakan pengetahuan bebas nilai. Demikian pula
agama dipandang sebagai sesuatu yang tidak memiliki kaitan dengan
pengetahuan itu. Keduanya tidak dapat dipertemukan, bahkan agama dapat
dianggap penghambat perkembangan pengetahuan.
Pandangan tersebut merupakan akibat dari cara pandang yang keliru, baik
terhadap agama maupun terhadap pengetahuan umum. Jika integrasi agama
dengan pengetahuan umum berhasil dengan baik, maka salah satu hasilnya
ialah agama itu akan memandu pengetahuan umum.
INTEGRASI AJARAN ISLAM KE DALAM
KEGIATAN EKSTRA KURIKULER
Melalui kegiatan ekstrakurikuler peningkatan imtak siswa dapat dilakukan
sekolah dengan memfasilitasi siswa mengembangkan berbagai kegiatan
ekstrakurikuler baik yang berkaitan dengan mata pelajaran umum yang
bernuansa keagamaan maupun kegiatan ekstrakurikuler keagamaan.
Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang diselenggarakan di luar jam
pelajaran yang tercantum dalam susunan program sesuai dengan keadaan dan
kebutuhan sekolah. Kegiatan ekstrakurikuler berupa kegiatan pengayaan dan
perbaikan yang berkaitan dengan program kurikuler. Contoh-contoh
kegiatan ekstra kurikuler antara lain ialah kepramukaan, usaha kesehatan
sekolah, olah raga, palang merah, kesenian.
15
Berbagai kegiatan ekstra kurikuler itu dapat dimanfaatkan untuk
meningkatkan keberagamaan siswa. Sebagai contoh guru mata pelajaran IPS
dapat mengembangkan pokok bahasan yang berkaitan dengan kehidupan
sesama manusia. Dalam pokok bahasan tersebut diuraikan mengenai
tanggungjawab terhadap orang miskin. Pokok bahasan ini dapat dikembangkan
menjadi suatu kegiatan ekstrakurikuler berupa pengumpulan dana, atau bahan
makanan, atau pakaian layak pakai termasuk pakaian seragam sekolah layak
pakai untuk disumbangkan kepada orang yang memerlukan.
Penyalurannya biasa melalui yayasan, panti, atau diberikan secara langsung.
Dalam hal jenis pengumpulan dana, dana tersebut juga dapat diberikan dalam
bentuk beasiswa kepada teman-teman sekolahnya.
Ekstrakurikuler yang Mendukung Peningkatan Imtak
1) Tidak boleh ada kegiatan ekstrakurikuler yang tidak memberi
kesempatan kepada siswa untuk melaksanakan kewajiban agamanya.
2) Membuat berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang bernuansa kondusif
dalam mendukung pengamalan nilai-nilai imtaq.
Kegiatan lomba dalam upaya memantapkan hidup bersih dapat dilakukan
melalui kegiatan ekstrakurikuler, misalnya saja masing-masing kelas diberi
tugas merawat kebersihan kelas dan merawat taman. Kegiatan ini dapat
berlanjut menjadi kegiatan lomba secara sederhana sebagai upaya memotivasi
para siswa.
Banyak hal mengenai ajaran Agama Islam yang dapat diaktualisasikan
kedalam kegiatan ekstrakurikuler yang dapat dilakukan setiap saat sebagai
upaya pembinaan secara ajeg. Ajaran yang mengajak hidup hemat, tidak boros
sebagai mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, serta pokok bahasan
membahas tentang kebutuhan manusia yang tak terbatas berhadapab dengan
sarana atau sumber yang terbatas (kelangkaan) dan adanya pengorbanan
ekonomis untuk memperolehnya sebagai poko bahasan mata pelajaran
Ekonomi, dapat diwujudkan dalam bentuk kegiatan menabung.
Kegiatan ekstrakurikuler dapat dilaksanakan dalam bentuk kegiatan
keseharian yag terintegrasi dengan tata kehidupan sekolah. Misalnya kelompok
kebersihan kelas, kelompok pelestarian alam atau taman sekolah atau kelompok
diskusi.
PENCIPTAAN SUASANA SEKOLAH YANG KONDUSIF BAGI
PERKEMBANGAN KEBERAGAMAAN SISW
Suasana sekolah diduga sangat berpengaruh terhadap berkembangnya
keberagamaan siswa. Suasana sekolah yang kondusif itu mengusahakan hal-hal
berikut.
1) Keamanan
16
Keamanan merupakan modal pokok dalam menciptakan suasana yang
harmonis dan menyenangkan di sekolah. Keamanan di sini adalah rasa aman
adan tentram serta bebas dari rasa takut, baik lahir maupun batin, yang
dirasakan oleh seluruh warga sekolah. Suasana sekolah yang aman dan tentram
dapat memacu warga sekolah untuk melakukan aktivitas dengan baik, tanpa
diikuti rasa waswas yang dapat mengganggu proses belajar-mengajar di kelas.
Tanpa rasa aman, maka semua kegiatan pendidikan termasuk upaya
peningkatan iman dan taqwa siswa tidak akan berjalan dengan baik.
Rasa aman dapat diciptakan melalui penataan kondisi sekolah yang
sedemikian rupa, sehingga ancaman dan gangguan baik-baik fisik maupun
psikologis dapat diatasi dengan baik. Sekolah harus proaktif mengantisipasi dan
mengatasi segala bentuk gangguan baik yang timbul dari dalam maupun luar
lingkungan sekolah. Sekolah juga haus memberikan rasa aman kepada semua
warga sekolah untuk berpikir, berpedapat, dan melakukan hal-hal yang bersifat
konstruktif dan produktif. Dengan demikian fungsi sekolah selain memberikan
jaminan keamanan atas kebebasan menyatakan pendapat dan bertindak sesuai
dengan tuntutan norma.
2) Kebersihan
Kebersihan adalah sebagian dari iman. Suasana bersih, sehat dan segar
yang terasa dan tampak pada seluruh ruang kelas, ruang kerja, kamar mandi,
halaman, dan fasilitas sekolah lainnya merupakan kodisi yang harus diciptakan
sekolah untuk mendukung iklim sekolah yang kondusif. Selain perintah agama,
kebersihan merupakan bagian dari pendidikan kesehatan karena bersih
merupakan cermin keterauran dalam kehidupan. Karena itu, kebiasaan hidup
bersih hendaknya disosialisasikan kepada peserta didik melalui kegiatankegiatan
nyata di sekolah.
Hidup bersih tidak hanya terbatas pada aspek fisik belaka, namun juga
menyangkut aspek psikis. Kebersihan batiniah merupakan aspek yang harus
mendapat perhatian yang seksama dari sekolah. Kebersihan batiniah
menyangkut berbagai perilaku psikis yang diwujudkan dalam sikap jujur,
pemaaf, ikhlas, tidak dengki, tidak dendam, dan semacamnya. Dengan kata
lain, kebersihan batin merupakan upaya membersihkan diri dari penyakit hati
yang dapat merusak keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan serta dapat
merusak tali silaturahim antar sesama muslim dan umat manusia apada
umumnya.
3) Ketertiban
Ketertiban adalah suatu kondisi yang mencerminkan suatu keharmonisan
dan keteraturan dalam pergaulan antarwarga sekolah, dalm penggunaan dan
pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah, dalam penggunaan waktu belaajr
mengajar, dan dalam hubungan dengan masyarakat sekitar. Ketertiban ini tidak
tercipta dengan sendirinya melainkan diupayakan oelh setiap warga sekolah
untuk mewujudkannya melalui lingkungan yang terkecil, seperti kelas,
perpustakaan, ruang kerja, dan kamar mandi/toilet kemudian meluas ke
lingkungan dalam sekolah dan lingkungan luar sekolah.
17
Untuk mewujudkan kondisi tertib ini, sekolah hendaknya menetapkan
seperangkat tata tertib sekolah yang meliputi tata tertib siswa, tata tertib guru
dan karyawan. Di damping itu, sekolah hendaknya menyediakan sarana dan
prasarana sekolah untuk menunjang terlaksananya ketertiban sekolah seperti
tempat parkir, tempat sampah, kantin/tempat makan dan semacamnya.
Pengawasan pelaksanaan ketertiban juga diperlukan agar semua warga sekolah
dapat mentaati semua tata tertib sekolah dan menggunakan semua perangkat
sarana dan prasarana sekolah sesuai dengan fungsi masing-masing.
4) Keteladanan
Nabi Muhammad SAW berhasil menanamkan iman amat kuat pada
muridnya. Salah satu cara yang beliau tempuh dalam menanamkan iman ialah
dengan meneladankan; beliau jauh lebih banyak meneladankan daripada
mengajarkan secara lisan.
Keteladanan merupakan salah satu kunci utama dalam penanaman dan
peningkatan iman, sebab dengan menampilkan berbagai bentuk aplikasi dari
keimanan dan ketakwaan, orang yang melihatnya akan langsung mampu
meniru perbuatan baik tersebut, tanpa sulit memahaminya.
Keteladanan merupakan salah satu metoda dalam penanaman nilai-nilai
agama yang paling efektif. Menyampaikan ajaran Islam seharusnya lebih
banyak melalui peneladanan, sehingga nilai-nilai kebenaran itu tidak hanya
eksis pada tataran kognitif saja, tetapi benar-benar terwujud dalam kehidupan
sehari-hari.
Para guru yang memiliki kewajiban menyampaikan nilai-nilai keimanan dan
ketakwaan, tidak merasa cukup dengan hanya mengajarkannya di kelas melalui
pembelajaran, akan tetapi guru merasa wajib menyampaikan perannya sebagai
sosok yang mampu ditaati dan ditiru siswa. Maka metoda peneladanan ini akan
semakin penting perannya dalam menciptakan situasi yang kondusif untuk
menumbuhkembangkan keimanan dan ketakwaan siswa. Metode ini amat
penting diketahui dan digunakan juga oleh orang tua di rumah.
5) Keterbukaan
Sifat transparansi dari sistem manajemen sekolah dan pada setiap
permasalahan, merupakan sifat keterbukaan yang harus ada pada sistem
persekolahan. Dengan adanya keterbukaan dari setiap insn sekolah, diharapkan
tidak terjadi adanya saling curiga, berburuk sangka, beriri hati, fitnah dan sifatsifat
buruk lainnya yang cenderung mengaiaya dan merusak hak orang lain.
Sistem manajemen sekolah yang transparan terutama dalam manajemen
keuangan sangatlah penting, sebab seringkali masalah keuangan ini jika
dikelola dengan tidak transparan menyebabkan masalah-masalah yang serius,
yang berakibat tidak harmonisnya hubungan antar insan sekolah. Keadaan
harmonis ini akan menciptakan situasi yang kondusif bagi tumbuh kembangnya
keimanan dan ketaqwaan insan sekolah, terutama siswa.
Untuk menciptakan suasana seperti itu sebaiknya diperhatikan hal-hal berikut ini.
1) Peraturan Sekolah
18
Peraturan yang dikeluarkan sekolah merupakan aspek pertama yang harus
ada dalam upaya pengembangan suasana sekolah yang kondusif. Salah satu
dari peraturan ini adalah tata tertib sekolah yang memuat hak, kewajiban,
sanksi, dan penghargaan bagi siswa, kepala sekolah, guru dan karyawan. Tata
tertib sekolah ini hendakmnya mencerminkan nilai-nilai ketakwaan.
Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk dimasukan dalam tata
tertib sekolah dalam rangka peningkatan imtaq siswa antara lain:
a) Kewajiban mengucapkan salam antar sesama teman, dengan kepala sekolah
dan guru, serta dengan karyawan sekolah apabila baru bertemu pada pagi
hari atau mau berpisah pada siang/sore hari.
b) Berdoa sebelum guru akan memulai mengajar di pagi hari dan ketika
pelajaran akan diakhiri di siang/sore hari.
c) Kewajiban untuk melakukan ibadah bersama, seperti shalat dzuhur
berjamaah untuk melatih disiplin beribadah dan jiwa kebersamaan.
d) Kewajiban untuk mengikuti kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh
sekolah, seperti peringatan hari-hari besar islam, pesantren ramadhan,
pesantren kilat semacamnya.
e) Kewajiban untuk ikut menciptakan suasana aman, bersih, sehat, indah,
tertib, kekeluargaan, dan rindang di lingkungan sekolah dan sekitarnya.
f) Siswa berpakaian sesuai dengan nilai-nilai dan ajaran Islam, seperti
memakai kerudung bagi siswa putri.
Peraturan tersebut hendaknya dibuat dan dibahas bersama-sama dengan
melibatkan unsur kepala sekolah, guru, karyawan, siswa, dan Komite Sekolah
sehingga berbagai nilai, norma, dan aturan yang telah dibuat dapat disepakati
dan dilaksanakan bersama secara konsekuen.
2) Tenaga Pembina
Untuk menciptakan suasana sekolah yang kondusif bagi peningkatan imtaq
siswa diperlukan tenaga pembina yang secara terus menerus melakukan
bimbingan, arahan, dan pengawasan, terhadap segenap aspek yang berkaitan
dengan program imtaq di sekolah. Kegiatan pembinaan ini harus melibatkan
segenap potensi sumberdaya manusia yang tersedia disekolah, sehingga
gerakan pembinaan ini berjalan secara serentak dan terintegrasi.
Setidaknya ada tiga komponen tenaga pembina suasana sekolah yang
kondusif bagi peningkatan imtak siswa, yaitu kepala sekolah, guru agama, dan
guru umum.
a) Kepala Sekolah
Sebagai pemimpin pendidikan, kepala sekolah mempunyai peran yang
sangat sentral dalam upaya penciptaan suasana sekolah yang memungkinkan
dapat mendorong peningkatan imtak siswa. Peran ini dapat dilakukan kepala
sekolah sebagai manajer pendidikan dalam mengelola segenap sumberdaya
pendidikan (sumberdaya manusia, dana, dan sarana parasarana) yang tersedia
di sekolah.
Dalam upaya ini, kepala sekolah harus mampu mengatur tenaga pembina
utama kegiatan pembinaan imtaq siswa, menyediakan sarana dan parasarana
yang diperlukan, menggalang dan menyediakan berbagai dana yang diperlukan
19
untuk membiayai kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pembinaan imtaq.
Berbagai upaya ini hendaknya diprogramkan secara integral dengan program
kegiatan sekolah yang yang disusun setiap tahun dengan melibatkan berbagai
pihak termasuk orang tua murid.
b) Guru Agama Islam
Guru Agama Islam (GAI) merupakan tenaga inti yang bertanggung jawab
langsung terhadap pembinaan watak, kepribadian, keimanan, dan ketaqwaan
siswa di sekolah.
c. Guru Umum Tenaga Kependidikan Lainnya
3) Sarana Prasana
Faktor dominan, disamping ketenagaan dan peraturan sekolah, dalam
menciptakan suasana sekolah yang kondusip bagi peningkatan imtak siswa
adalah ketersediaan sarana dan parasarana sekolah yang dapat menunjang
kegiatan pembinaan. Sarana dan prasarana pendidikan yang baik dan
penataannya yang teratur akan memberikan nuansa yang menyenangkan bagi
segenap warga sekolah dalam melaksanakan kegiatan masing-masing termasuk
dalam pembinaan keagamaan siswa.
Beberapa sarana dan prasarana yang diperlukan untuk menciptakan suana
sekolah yang kondusif bagi pembinaan siswa antara lain:
a) Lingkungan fisik dan psikologis sekolah yang aman, bersih dan sehat, yang
dilengkapi dengan pemagaran sekeliling sekolah, tanaman dan pepohonan
yang rindang kebun dan tanaman bunga yang tertata rapi, lingkungan
sekolah yang jauh dari kebisingan suara dan polusi udara, serta lingkungan
sekolah yang bebas dari jaringan dan pusat peredaran obat-obatan
psikotropika dan obat terlarang lainnya.
b) Tempat ibadah berupa mushallah atau masjid yang dapat menampung siswa
untuk melaksanakan shalat wajib berjamaah, khususnya shalat duhur dan
shalat Juma’at. Bilamana sekolah belum mempunyai mushalla atau masjid
ruang-ruang sekolah lainnya yang volume penggunaannya relatif kecil atau
ruang yang tidak dipakai dapat dijadikan sarana ibadah siswa. Mushalla atau
ruang ibadah yang kecil dapat digunakan secara bergantian antar kelompok
siswa untuk melakukan shalat berjamaah dengan bimbingan GPAI atau guru
lainnya yang ditunjuk.
c) Tempat pengambilan air wudlu bagi siswa yang akan menjalankan shalat.
Tempat ini dapat menggunakan kamar kecil yang ada atau kran air yang
dibuatkan secara khusus di dekat mushalla atau ruang ibadah. Kran air yang
dibuat khusus ini lebih baik dari pada kamar kecil karena lebih terjamin
kebersihannya dan siswa dapat mengambil air wudlu dari air yang mengalir.
d) Aula atau ruang besar yang dapat digunakan untuk kegiaran ceramah
agama, peringatan hari-hari besar Islam atau diskusi tentang masalah imtaq
dan iptek. Biasanya di sekolah-sekolah besar ruang pertemuan dengan
kapasitas besar sudah tersedia, sehingg ruang tersebut dapat digunakan
secara bergantian dengan acara-acara lainnya.
e) Kitab suci al-Quran dengan terjemahnya, kitab-kitab hadits dengan
terjemahnya, buku-buku ibadah, fiqh, akhlaq, tarikh islam, dan buku-buku
20
islam lainnya. Kitab dan buku tentang keislaman ini sebaiknya diletakkan di
mushalla atau perpustakaan yang setiap saat dapat dipinjam atau dibaca
oleh siswa.
f) Hiasan dinding, ornamen, dan kaligrafi yang bernuansa Islam yang dapat
dipajang pada ruang-ruang kelas, ruang guru dan tata usaha, perpustakaan,
serta ruang lainnya yang memungkinkan.
g) Kamar kecil tempat pembuangan air kecil dan besar yang terjaga
kebersihannya yang dibagi antara siswa laki-laki dan perempuan.
h) Penyediaan air bersih dan pembuangan air kotoran merupakan syarat
terjaganya fasilitas umum ini. Walaupun di sekolah terdapat petugas
kebersihan, namun program untuk menjaga kebersihan kamar kecil menjadi
tanggung jawab warga sekolah, khususnya para siswa.
Program Kegiatan
Beberapa program kegiatan yang dapat dilakukan sekolah bagi
pengembangan suasana sekolah kondusif antara lain:
1) Menata lingkungan sekolah secara teratur, antara lain taman dan kebun
sekolah, halaman bermain, tempat duduk untuk beristirahat, tanaman dan
pepohonan lainnya, serta bangunan fisik lainnya. Program ini bisa dilakukan
dengan memberikan tanggung jawab pemeliharaan lingkungan kepada
siswa secara berkelompok yang diatur secara bergantian.
2) Melaksanakan kebiasaan bersikap dan berperilaku sesuai dengan tuntunan
akhlaqul karimah yang dicontohkan Rasulullah saw, seperti mengucapkan
dan atau menjawab salam kepada sesama teman di sekolah, berdoa
sebelum memulai pelajaran, mendoakan teman atau anggota keluarganya
yang sakit, atau yang sedang ditimpa musibah, bersikap santun dan rendah
hati, saling menghormati dan menolong antar sesama, dan semacamnya.
Upaya pembiasaan ini harus dilakukan setiap hari, sejak siswa masuk di
kelas satu, sehingg akhlak yang luhur ini menjadi budaya pergaulan siswa di
sekolah.
3) Melaksanakan shalat dhuhur berjamaah dan shalat juamat untuk
meningkatkan disiplin ibadah dan memperdalam rasa kebersamaan dan
persaudaraan antar sesama muslim. Dalam kegiatan ini, murid secara
bergantian menjadi imam, muadz-dzin, khatib, dan penceramah. Sesudah
shalat dhuhur diupayakan diadakan kuliah tujuh menit (kultum) untuk
melatih siswa mengemukakan pokok-pokok pikirannya tentang nilai dan
norma agama islam yang menjadi anutan dan bimbingan perilaku setiap
hari.
4) Mengumpulkan zakat, infaq dan shadaqah (ZIS), mengumpulkan pakaian
bekas seragam sekolah atau pakaian bekas lainnya, mengumpulkan bukubuku
bekas yang tidak terpakai untuk diberikan kepada fakir miskin, anak
yatim piatu, dan orang lain yang membutuhkan. Kegiatan ini bermanfaat
untuk membina sikap dan rasa peduli antar sesama yang secara ekonomis
kurang beruntung.
5) Melaksanakan pesantren ramadhan dan pesantren kilat untuk memberikan
tambahan pengetahuan dan pemahaman tentang nilai dan norma islam
21
yang dilaksanakan pada bulan ramadhan dan liburan panjang. Program ini
akan mencapai keberhasilan apabila disiapkan secara matang dengan
mendayagunakan semua sumber daya yang tersedia di sekolah dan
lingkungan sekitar.
6) Melaksanakan peringatan hari-hari besar Islam untuk meningkatkan dakwah
dan wawasan siswa tentang sejarah, nilai, dan norma agama Islam yang
berkembang di masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang. Kegiatan
ini sebaiknya dilakukan dengan mengadakan kerjasama dengan lembagalembaga
Islam yang berada di sekitar sekolah, seperti mesjid, pondok
pesantren, pusat-pusat studi Islam, dan semacamnya.
7) Melaksanakan lomba karya tulis ilmiah di lingkungan sekolah atau antar
sekolah tentang pentingnya imtaq dan iptek untuk memberikan kesempatan
kepada siswa untuk berpikir, berpersepsi, dan memberikan gagasangagasan
baru tentang pentingnya aspek keagamaan dalam pembangunan
bangsa di abad informasi ini.
8) Melakukan kunjungan ke tempat-tempat studi dan peninggalan agama
Islam, seperti Islamic Center, mesjid-mesjid besar, pondok pesantren, dan
pusat-pusat peninggalan syi’ar Islam di masa silam, untuk memberikan
nuansa dan gambaran perjuangan umat Islam dalam menegakkan agama
Allah. Dalam kegiatan ini siswa diminta untuk menuliskan semua
pengalaman yang mereka temui di lapangan, baik berupa hasil pengamatan,
wawancara, ceramah, diskusi, dan semacamnya.
9) Membina guru dan tenaga kependidikan lainnya tentang program
pengembangan keimanan dan ketaqwaan oleh kepala sekolah dan atau
pengawas.
10) Mengundang nara sumber, tokoh agama, intelektual islam, dan tokoh-tokoh
lainnya untuk memberikan materi keimanan ketaqwaan serta materi
keilmuan lainnya yang dapat memberikan wawasan keagamaan dan
keilmuan kepada siswa dan kepada warga sekolah pada umumnya.
Semua program kegiatan hendaknya menjadikan siswa sebagai pusat dan
pemeran utama. Untuk itu diupayakan agar kegiatan-kegiatan tersebut
diorganisir oleh siswa dengan bimbingan kepala sekolah, GAI, dan guru lainnya.
Dengan demikian siswa akan mendapatkan pengalaman langsung tentang
kegiatan yang mereka organisasikan sendiri, sehingga kegiatan tersebut melatih
mereka untuk lebih memahami, menghayati, dan bertanggung jawab tentang
apa yang mereka lakukan.
KERJA SAMA SEKOLAH DENGAN ORANG TUA MURID
Rumah tangga (di situ ada orang tua murid) adalah tempat pendidikan pertama
dan utama. Pertama karena di situlah murid itu mula-mula mendapat
pendidikan; utama karena pengaruh pendidikan di rumah tangga itu sangat
besar dalam terbentuknya kepribadian. Pernyataan ini menunjukkan pentingnya
22
sekolah bekerjasama dengan rumah tangga, maksudnya bekerjasama dengan
orang tua murid.
Pentingnya sekolah bekerjasama dengan rumah tangga sudah sejak lama
diteorikan. Sekarang ini semua guru menganggap perlu adanya kerjasama
dengan orang tua murid. Guru Matematika perlu kerjasama dengan orang tua
murid, sekurang-kurangnya agar orang tua murid mengingatkan agar anaknya
tidak lupa mengerjakan PR. Guru mata pelajaran lain demikian juga. Nah, agar
pendidikan keimanan dan ketakwaan berhasil; kerjasama sekolah dengan
orang tua murid sangat perlu.
Pada bagian terdahulu sudah dijelaskan bahwa bagian terbesar tujuan
pendidikan agama adalah keberagamaan murid, artinya berhasil atau tidaknya
pendidikan agama itu ditandai oleh diamalkannya ajaran agama itu sehari-hari
oleh murid. Nah, orang tua di rumahlah yang paling mengetahui pengamalan
itu oleh anaknya. Orang tua melihat anaknya mengamalkan ajaran agama.
Lebih dari itu, metode peneladanan sebagai metode unggulan untuk
meningkatkan keberagamaan murid, sangat mengandalkan peneladanan oleh
orang tuanya di rumah. Orang tuanyalah yang paling tepat untuk
meneladankan shalat tepat waktu, meneladankan kesabaran, pemurah, orang
tuanyalah yang paling tepat meneladankan bagaimana menghormat tamu,
bertetangga, dan lain-lain bentuk pengamalan ajaran Islam sebagai taneda
keberagamaan.
Pembiasaan adalah metode unggulan yang lain dalam mengembangkan
keberagamaan murid. Lagi-lagi, orang tua di rumahlah yang paling cocok untuk
membiasakan tersebut, yaitu membiasakan mengamalkan ajaran Islam. Orang
tuanya membiasakan shalat tepat waktu, membaca basmalah tatkala akan
makan, menjawab salam bila tamu berkunjung ke rumah.
Metode andalan tersebut (peneladanan dan pembiasaan) memang dapat
juga digunakan di sekolah, dilakukan oleh kepala sekolajh, guru agama, guru
umum, dan aparat sekolah laoinnya. Tetapi, penerapan kedua metode itu
sangat terbatas di sekolah karena kehidupan murid itu jauh lebih lama di rumah
ketimbang di sekolah. Kehidupan di rumah adalah kehidupan yang asli, yang
sebenarnya, sementara kehidupan di sekolah kebanyakan artifisial, tidak selalu
menggambarkan kehidupan yang sebenarnya. Konsekwensi dari konsep-konsep
ini antara lain ialah pendidikan keberagamaan lebih berhasil bila dilakukan di
rumah ketimbang di sekolah. Keunggulan pendidikan agama di sekolah ialah
dan hanya dalam bidang menambah pemahaman; meningkatakan
keberagamaan murid sebagian besar harus di lakukan di rumah. Inilah yang
mendasari teori kita bahwa untuk memperoleh peningkatan kebertagamaan
murid adalah sangat perlu adanya kerjasama sekolah dan rumah tangga.

PAPUA Oleh: Rachma

Namaku adalah Intan. Aku tinggal di Papua. Aku akan menceritakan tentang Papua. Dan aku termasuk Suku Dani.. Papua adalah sebuah Provinsi di Indonesia yang terletak di bagian tengah Pulau Papua… Atau bagian paling timur dari Irian Jaya. Dan Belahan timurnya dalah Negara Papua Nugini. Dulu bagian Papua mencakup seluruh wilayah Papua bagian Barat, sehingga sering disebut Papua Barat. Organisasi Papua Merdeka atau OPM.

Ibukota Pulau Papua adalah Kota Jayapura. Luas Papua kurang lebih 309.934,4 km² itu setelah pembentukan Papua Barat. Dan ada 658.294,69 km² lautan sedangkan daratan 47.350,42 km². Sedangkan Papua mempunyai pulau 632 pulau besar dan 632 pulau kecil.
Dari Papua terdapat suku – suku. Kalau penduduk Papua ada 52 %, sedangkan Non Papua / Pendatang ada 48 %.Kalau dari Papua ada Suku Aitinyo, Suku Aefak, Suku Asmat, Suku Agast, Suku Dani, Suku Ayamaru, Suku Mandacan, Suku Biak, dan Suku Serui.. Kalau dari Non Papua / Pendatang ada Suku Jawa, Suku Makassar, Suku Batak, dan Suku Manado..

Apabila agama terdapat Protestan 51,2 % , Katolik 25,42 % , Islam 23%, Budha 0,03, Hindu 0,25, dan lain-lain 1 %. Sedangkan Bahasa terdapat Bahasa Indonesia, dan 268 Bahasa Daerah lainnya. Dan tentang Lagu Daerahnya adalah Lagu Apuse, dan Yamko Rambe Yamko.

Kalau penduduk Papua ada 2.093.000, itu pada tahun 2002. Kalau sekarang aku tidak tahu…. Dan sekarang kita akan berbicara tentang nama – nama kabupaten serta Ibu Kotanya…. Kabupaten Asmat dengan Ibu kota Agast, Kabupaten Biak Numfor dengan Ibu kotanya Biak, Kabupaten Boven Digoel dengan Ibu kotanya Tanah Merah, Kabupaten Deiyai dengan ibu kotanya Tigi, Kabupaten Dogiyai dengan Ibu kotanya Kigamani, Kabupaten Intan Jaya dengan Ibu kotanya Sugapa, Kabupaten Jaya Pura dengan Ibu kotanya Sentani, dan lain – lain…

Dan teman – teman tahu tidak bagaimana gambar lambang Papua ??? Kalau belum tahu ini adalah Lambang Papua.




Pada masa pemerintahan kolonial Hindia-Belanda, wilayah ini dikenal sebagai Nugini Belanda (Nederlands Nieuw-Guinea atau Dutch New Guinea). Setelah berada di bawah penguasaan Indonesia, wilayah ini dikenal sebagai Provinsi Irian Barat sejak tahun 1969 hingga 1973. Namanya kemudian diganti menjadi Irian Jaya oleh Soeharto pada saat meresmikan tambang tembaga dan emas Freeport, nama yang tetap digunakan secara resmi hingga tahun 2002.
Nama provinsi ini diganti menjadi Papua sesuai UU No. 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua. Pada tahun 2004, disertai oleh berbagai protes, Papua dibagi menjadi dua provinsi oleh pemerintah Indonesia bagian timur tetap memakai nama Papua sedangkan bagian baratnya menjadi Provinsi Irian Jaya Barat (sekarang Papua Barat). Bagian timur inilah yang menjadi wilayah Provinsi Papua pada saat ini.
Kata Papua sendiri berasal dari bahasa melayu yang berarti rambut keriting, sebuah gambaran yang mengacu pada penampilan fisik suku-suku asli.
Kelompok suku asli di Papua terdiri dari 255 suku, dengan bahasa yang masing-masing berbeda. Suku-suku tersebut antara lain: Ansus, Amungme,Asmat,Ayamaru,Bauzi,Biak,Dani,Epur,Hatam,Iha,Kamaro,Mee,Meyakh,Moskona,Nafri,Sentani,Souk,Waropen,Wamesa,Muyu, Tobati,Enggros,Korowai, Fuyu,dll.
Honai adalah rumah khas Papua. Rumah Honai terbuat dari kayu dengan atap berbentuk kerucut yang terbuat dari jerami atau ilalang. Honai sengaja dibangun sempit atau kecil dan tidak berjendela yang bertujuan untuk menahan hawa dingin pegunungan Papua. Honai biasanya dibangun setinggi 2,5 meter dan pada bagian tengah rumah disiapkan tempat untuk membuat api unggun untuk menghangatkan diri. Rumah Honai terbagi dalam tiga tipe, yaitu untuk kaum laki-laki (disebut Honai), wanita (disebut Ebei), dan kandang babi (disebut Wamai). Aku tinggal bersama ibuku… Di rumah Ebei. Sedangkan ayahku tinggal bersama adikku.. Dirumah Honai…
Aku bersama warga – warga lain biasa makan Papeda atau bubur sagu. Papeda atau bubur sagu merupakan makanan pokok masyarakat Maluku dan Papua. Makanan ini terdapat di hampir semua daerah di Maluku dan Papua. Papeda dibuat dari tepung sagu. Pembuatnya para penduduk di pedalaman Papua. Tepung sagu dibuat dengan cara menokok batang sagu. Pohon yang bagus untuk dibuat sagu adalah pohon yang berumur antara tiga hingga lima tahun. Mula-mula pokok sagu dipotong. Lalu bonggolnya diperas hingga sari patinya keluar. Dari sari pati ini diperoleh tepung sagu murni yang siap diolah. Tepung sagu kemudian disimpan di dalam alat yang disebut tumang. Papeda biasanya disantap bersama kuah kuning, yang terbuat dari ikan tongkol atau ikan mubara dan dibumbui kunyit dan jeruk nipis.
Suku Asmat adalah sebuah suku di Papua. Suku Asmat dikenal dengan hasil ukiran kayunya yang unik. Populasi suku Asmat terbagi dua yaitu mereka yang tinggal di pesisir pantai dan mereka yang tinggal di bagian pedalaman. Kedua populasi ini saling berbeda satu sama lain dalam hal dialek, cara hidup, struktur sosial dan ritual. Populasi pesisir pantai selanjutnya terbagi ke dalam dua bagian yaitu suku Bisman yang berada di antara sungai Sinesty dan sungai Nin serta suku Simai. Ada banyak pertentangan di antara desa berbeda Asmat. Yang paling mengerikan adalah cara yang dipakai Suku Asmat untuk membunuh musuhnya. Ketika musuh dibunuh, mayatnya dibawa ke kampung, kemudian dipotong dan dibagikan kepada seluruh penduduk untuk dimakan bersama. Mereka menyanyikan lagu kematian dan memenggalkan kepalanya. Otaknya dibungkus daun sago yang dipanggang dan dimakan. Sekarang biasanya, kira-kira 100 sampai 1000 orang hidup di satu kampung. Setiap kampung punya satu rumah Bujang dan banyak rumah keluarga. Rumah Bujang dipakai untuk upacara adat dan upacara keagamaan. Rumah keluarga dihuni oleh dua sampai tiga keluarga, yang mempunyai kamar mandi dan dapur sendiri. Hari ini, ada kira-kira 70.000 orang Asmat hidup di Indonesia. Mayoritas anak-anak Asmat sedang bersekolah.
Suku Dani adalah salah satu suku bangsa yang terdapat di Wamena, Papua, Indonesia. Suku-suku lain yang terdapat di daerah ini antara lain Yali dan Lani. Suku Yali adalah salah satu suku yang mendiami bagian selatan di antara perbatasan Wamena dan Merauke, sedangkan suku Lani mendiami bagian sebelah barat dari suku Dani. Ketiga suku ini memiliki ciri khas masing-masing baik dari segi budaya, adat istiadat, dan bahasa.
Pegunungan Jayawijaya adalah nama untuk deretan pegunungan yang terbentang memanjang di tengah provinsi Papua Barat dan Papua (Indonesia) hingga Papua Newguinea di Pulau Irian. Deretan Pegunungan yang mempunyai beberapa puncak tertinggi di Indonesia ini terbentuk karena pengangkatan dasar laut ribuan tahun silam. Meski berada di ketinggian 4.800 mdpl, fosil kerang laut, misalnya, dapat dilihat pada batuan gamping dan klastik yang terdapat di Pegunungan Jayawijaya. Karena itu, selain menjadi surganya para pendaki, Pegunungan Jayawijaya juga menjadi surganya para peneliti geologi dunia. Pegunungan Jayawijaya juga merupakan satu-satunya pegunungan dan gunung di Indonesia yang memiliki puncak yang tertutup oleh salju abadi. Meskipun tidak seluruh puncak dari gugusan Pegunungan Jayawijaya yang memiliki salju. Salju yang dimiliki oleh beberapa puncak bahkan saat ini sudah hilang karena perubahan cuaca secara global.
’’Sejarah Terbentuknya Pegunungan Jayawijaya’’
Menurut teori geologi, awalnya dunia hanya memiliki sebuah benua yang bernama Pangea pada 250 juta tahun lalu. Benua Pangea pecah menjadi dua dengan membentuk benua Laurasia dan benua Eurasia. Benua Eurasia pecah kembali menjadi benua Gonwana yang di kemudian hari akan menjadi daratan Amerika Selatan, Afrika, India, dan Australia.
Pengendapan yang sangat intensif terjadi di benua Australia, ditambah terjadinya tumbukan lempeng antara lempeng Indo-Pasifik dengan Indo-Australia di dasar laut. Tumbukan lempeng ini menghasilkan busur pulau, yang juga menjadi cikal bakal dari pulau dan pegunungan di Papua.
Akibat proses pengangkatan yang terus-menerus, sedimentasi dan disertai kejadian tektonik bawah laut, dalam kurun waktu jutaan tahun menghasilkan pegunungan tinggi seperti yang bisa dilihat saat ini.
Bukti bahwa Pulau Papua beserta pegunungan tingginya pernah menjadi bagian dari dasar laut yang dalam dapat dilihat dari fosil yang tertinggal di bebatuan Jayawijaya. Sekian dari aku dadah…..

CAMPING Oleh : Rachmanin Rachma

SD Islam Al – Kautsar mengadakan Camping, sekolahnya mengadakan camping agar anak – anaknya tidak lagi manja. Sekolahnya tidak ingin murid – muridnya malas seperti A
Besok semua kelas mengikuti camping bersama kecuali kelas satu , karena siswa – siswanya masih sering nangis dan ngompol. Karena saat hari sekolah saja sudah banyak yang nangis karena minta pulang. Sebenarnya pulangnya masih pukul 10.30 WIB.
Anisa masih kelas lima karena kebiasaan buruknya yaitu bermain dan tak pernah belajar ia selalu bemain laptop yang diberi oleh mama dan papanya sebagai hadiah ulang tahun. Anisa dan sekelompok gengnya minta tetap satu kelompok.
Tetapi saat tidak diperbolehkan ia melaporkan ke mamanya karena mamanya adalah kepala sekolah sekolahnya. Karena guru kelas Anisa takut dimarahi oleh kepala sekolah terpaksa ia satu kelompok.
Tetapi karena kesombongan Anisa karena ia adalah orang kaya tidak ada yang ingin sekelompok dengannya,jadi kalau Camping Anisa hanya dengan kedua temannya dan semua geng Anisa yaitu Anisa, Alena, dan Alia ia bertiga paling takut dengan gelap, apalagi saat camping pad waktu tidur malam ia takut tidur sendiri di tenda.
Tak terasa nanti setelah pulang sekolah akan diadakan camping. Sesaat sudah pulang masih ada pengarahan agar tidak tersesat di hutan. Karena pebedaan sekarang dan tahun kemain sangat berbeda karena sekarang kita camping ditengah hutan Anisa dan gengnya pun tambah takut.
Dan geng Anisa berkata takuuuuuut, semua siswa mengatawakannya dan bersorak huuuu makanya jangan kesombongan. Hal itu dilupakan dan Bu Yuliana pun melanjutkan pembicaraannya bahwa setiap ketua kelompok harus mengambil gulungan kertas yang ditulis apa yang harus dicari ditengah hutan.
Dan kelompok Anisa disuruh untuk mencari kayu untuk api unggun dan harus mencari salah satu binatang yang dapat menjaga tendanya. Tetapi ia bertiga takut dihutan dan dengan binatang buas apalagi binatang buasnya harus dijinakkan sendiri.

Saat sedang mencari bnatang buas ternyata ada sekumpulan singa yang mengerubuuti kelompok Anisa. Anisapun berteriak dan tidak ada yang mendengar karena ia berada di tengah hutan, dan dikaki mereka terlihat banyak darah yang mengalir dan banyak terlihat lampu – lampu kecil dikukunya dan iapun senang dan ia tidak menyadari bahwa itu adalah kunang – kunang.
Dan ia melihat lebih jelas ia baru sadar kalau itu adalah kunang – kunang ia pun tambah takut dan ia berlari dan akhirnya ia menemukan tendanya, huuuuuuuuuh akhirnya kita sampai di tenda kita Alia dan Alena berkata. Tetapi mengapa Anisa terus kebingungan tanya kedua temannya. Ternyata ia kebingungan karena ia tidak menemukan guru – gurunya dan teman-temannya.Ternyata ia salah tenda itu adalah tenda sekolah lain yang juga camping disitu.
Iapun kecewa, diapun menangis sambil berteriak tolong – tolong. Tak lama kemudian ada seseorang yang mendengar ternyata itu adalah penculik,iapun dibawa entah kemana. Tambah lama iapun berhenti menangis dan Anisa berkata kepada Alia dan Alena “Bagaimana kita pulang ke Rumah” padahal besok pagi ia harus pulang. Iapun memikirkan caranya untuk keluar dari mobil bak terbuka itu.Ternyata diantara mereka bertiga tidak ada yang bisa memikirkan karena mempunyai rasa takut ter tangkap basah oleh penculik itu.
Saat melewati pegunungan iapun melihat bis sekolahnya dan melihat gurunya. Gurunya tidak ada yang berani pulang ke Jakarta. Karena takut dimarahi oleh Kepala Sekolah. Guru – guru itupun melihat semua mobil bak terbuka dan ada anak – anaknya. Saat melihat mobil bak terbuka seorang murid berteriak ‘’ Pak ada anak yang dibawa didalamnya dan anak itu seperti Anisa, Alia, dan Alena.’’ Pak gurupun menghafal dan menulis nomor plat mobil itu. Lalu pak gurupun langsung menelpon Pak polisi.
Tak lama Pak gurupun mendapat telepon dari Pak polisi, pak poisi berkata,’’ Saya sudah menemukan mobil itu dan saya mengetahui orang itu ia sering menculik anak – anak, apak tenang saja saya akan menghukum dia dengan cara saya penjara, dan bapak bisa dating ke Kantor polisi cabang Puncak pas.’’ Baik saya akan kesana dan saya akan mengambil ketiga anak itu, sesampai dikantor polisi murid – muridpun melihat Anisa, Alena, dan Alia ia bertigapun langsung dibawa masuk ke bis.
Dan perjalanan merekapun diakhiri dengan keseangan maka dari itu pak guru memberi tahu kepada mereka bertiga agar tidak sombong lagi. Semuanyapun diakhiri dengan kesenangan. Sesampainya di sekolah iapun langsung menyari mamanya dan setiap hari iapun berbeda tingkah lakunya. Karena ia tahu kalau tingkah lakunya selama ini salah.

“ Ramadhan 1430 H“ Oleh Rachma

Disebuah kota tinggallah seorang anak yang bernama Cintya, Cintya mempunyai seorang adik yang bernama Cinta. Cintya sudah berumur 9,5 tahun, berarti kewajiban ia berpuasa sudah ada, sedangkan Cinta baru berumur 4 tahun jadi Cinta tidak diwajibkan berpuasa. Mama dan Papa mereka sangat sibuk bekerja. Orang tua mereka berangkat bersama pagi hari sambil mengantar mereka ke sekolah dan pulang saat pukul 21.00. Mama Cintya dan Cinta adalah seorang pengusaha sebuah pabrik suasta. Sedangkan Papa mereka adalah seorang Dokter kanker. Mama Cintya dan Cinta adalah Alyssia Jordan, sedangkan papa mereka bernama Muhammad John, dulu namanya John Kritin tetapi karena mualaf jadi diganti menjadi Muhammad John. Cintya dan Cinta adalah anak yang mualaf. Awalnya agama mereka Kristen, tetapi karena mereka sering melihat tetangganya yang muslim, jadi masuklah mereka ke agama Islam.. Ini adalah puasa tahun pertama bagi Cintya dan Cinta.

Malam ini Cintya, Cinta, mama, dan papanya ingin menjalani tarawih di Masjid Istiqlal. Karena waktu diperkirakan memakan waktu ½ jam.. Akhirnya mereka berangkat dari rumah pukul 18.00. Mereka sampai disana pukul 18.45, karena jalanan macet jadi memakan waktu 45 menit.. Akhirnya mereka mencari tempat, sampai mereka mendapat syaf ke 3 dari depan. Dan mereka bisa melihat langsung siapa uztadnya. Setelah selesai Shalat Isya, mereka mendengarkan cerama yang penceramahnya adalah Aa Gym dan Uztad Arifin ilham. Disana banyak wartawan tv yang menyorot salah satunya adalah tv one, trans7, trans tv dan rcti. Setelah selesai mendengarkan ceramah akhirnya mereka shalat tarawih juga.

Setelah selesai akhirnya Cintya, Cinta dan mamanya merapihkan alat shalatnya. Merekapun pulang kerumah. Sebelum pulang kerumah mereka melihat monas. “ Kak Cintya apa itu ?? Menara itu tinggi sekali?? “ Tanya Cinta. “ Itu Monumen Nasional Cin, biasanya orang asing atau wisatawan sering datang ke situ..” Jawab Cintya. Akhirnya setelah puas berkeliling Monas, merekapun pulang kerumah. Saat di mobil Cintya dan Cinta ketiduran.
Sesampainya di rumah mereka langsung masuk ke kamar tidur.


Keesokan harinya Cintya dan Cinta dibangunkan pukul 03.30. Saat dibangunkan mereka sangat rewel. “Cintya dan Cinta ayo bangun, kita harus sahur !! “ Teriak mama mereka. “ Aaah mama akukan masih ngantuk, besokkan libur jangan dibangunkan pagi pagi donk maaa..” Jawab Cintya. “ Haaa heeeeee aaaah kakak janganteriak teriakan donk !!! Kan masih pagi Uaaaah “ Teriak Cinta. “ Uaaaah kenapa sih ma?? “ Tanya Cintya. “ Kita harus sahur nak.. “ Jawab mamanya. Akhirnya Cintya bangun dan pergi ke ruang makan.Sedangkan mamanya masih membangunkan Cinta. “ Cinta sayang ayo bangun… “ Kata mama. “Iih mamakan sekarang masih terlalu pagi” Kata Cinta. “Ia memang tetapi kamu harus sahur Cinta.” Kata mama. “ Uaaah Haaah mama “ teriak Cinta. Akhirnya mama dan Cinta pergi ke ruang makan.”

Saat hari Senin mereka berangkat sekolah dengan malas. Tetapi setelah mengetahui semua temannya puasa Cinta dan Cintya jadi tak berani berpuasa ½ hari lagi. Walaupun mereka melihat teman – temannya yang lesu – lesu dan loyo. Dan setelah berhari –hari sekolah saat puasa akhirnya mereka sudah bersemangat untuk bersekolah.



Tak terasa, mereka sudah 30 hari berpuasa. Akhirnya Cinta dan Cintya merayakan Idul Fitri atau Lebaran di rumah nenek mereka, yaitu di Medan, Sumatra Utara. Disana keluarga mereka berkumpul. Akhirnya, keluarga Cinta dan Cintya shalat Idhul Fitri di masjid Raya. Setelah shalat, mereka kembali kerumah nenek. Dan saatnya mendapat uang THR. Saat ingin dibagikan, mereka saaangat senang. Tak lupa, mereka membawa tas, dan dompet untuk menaruh uang THR. Setelah mendapatnya, Cinta dan Cintya menghitung uang yang mereka dapatkan, “ Sepuluh ribu, tiga puluh ribu, enam puluh ribu, delapan puluh lima ribu,…… “ suara mereka menghitu..
“ Rp 240.000 ,- “ kata Cinta. “ Rp 250.000,- “ kata Cintya. Berarti, selisih uang mereka hanya Rp 10.000, uang THR mereka, akhirnya dipakai untuk membeli sebuah celengan dan akhirnya, mereka menabung uang itu untuk keperluan yang lebih penting. “ Ternyata menjadi seorang ummat Muslim enak yaaa,….” Kata Cinta dan Cintya.

- TAMAT -

Indahnya Bulan Ramadhan karya: Marsya Farah Fauzia kelas



TOK,TOK,TOK! " Salsa, sahur, nak... Ayo anak bunda yang shalehah dan pintar... Kak Chika aja udah lagi sahur,..." Bunda mengetuk - ngetuk pintu kamar Salsa yang masih terkunci. " Iya, bun... Salsa bangun... " Jawab Salsa lemas.

Salsa yang bernama lengkap Syabilla Salsa Cantika ini mulai menyantap makanan sahurnya, yaitu opor ayam dengan minum es teh manis. " Salsa, kamu makannya kaya' bebek tuh ! Masa berantakan kesana kemari.... " Ejek kak Chika yang bernama lengkap Namira Chika Syalwa Cantika. " Biarin, kan aku masih kelas 3, kak ! Wajar aja, kan bun? " Balas Salsa. " Huh, dasar anak pinter ngeles! " Kak Chika cemberut.

" Wah, Salsa hebat,ya... Mau berusaha puasa, ya kan kak?! " Bunda menyenggol bahu kak Chika. " He-eh,he-eh... " Jawabnya pelan. Salsa hanya tersipu malu. " Eh, udah imsak, ayo minum air putih dulu sebelum subuh! " Teriak bunda. Salsa segera mengambil gelas dan diteguknya air putih dingin dari kulkas.

" Nah, karena kalian sekolah siang, kalian boleh tidur dulu, tapi gak boleh marah pas dibangunin ya, nanti puasanya batal... " kata bunda mengelus rambut kedua putrinya. Salsa segera naik ke kasurnya di kamarnya yang terletak tepat di sebelah kamar kak Chika.

Tiba Di Sekolah...

" Hai, Salsa... Puasa, gak? " Sambut Milla, teman sebangku Salsa yang paling ratu gosip deh, di kelas. " Puasa, dong... Salsa kan, anak shalehah... " Jawab Salsa tenang. Lalu, Salsa menghampiri Cacha, sahabatnya yang duduk di bangku ke-3 dari belakang.

" Woi ! Kok melamun? Hari terakhir puasa, nih, Ca! Jangan melamun terus... ke taman aja yuk, " Salsa mengagetkan Cacha. " Ih, Salsa ! Aku kaget, tau ! Tapi ayo deh, kita ke taman, aku juga mau ceritain sesuatu sama kamu, Sa ! " Cacha menggandeng tangan Salsa.

" Nah, sekarang ceritain, deh, kenapa ? " Salsa dan Cacha sedang duduk di bangku taman. " Jadi gini...

Aku dan keluargaku akan mengajak anak anaknya bu Dika, pramubakti kelas 1 itu, kan anaknya ada 5, nah, bakal aku ajak semuanya, termasuk bu Dika juga, kamu mau ikut, gak??? " Ajak Cacha. " ???!!! Kenapa aku ikut ???!!! " Tanya Salsa. " Enak, tau, lebaran sama anak anak... Di Bali, Salsa.... Kapan lagi kamu ke Bali, ajak aja mama ama kakak kamu... Gak masalah, kok... " Cacha terus memohon. " Aku bilang mamaku dulu ya, Ca... "Salsa mengalah.

DI RUMAH...

"Assalammualaikum... Bunda...." Salsa mencari-cari bundanya. " Kenapa sih, nak? " Bunda keluar dari kamar shalat. " Bun, tadi Cacha, ngajak Salsa ke Bali, rencananya pengen lebaran ama anak-anaknya bu Dika, pramubakti kelas 1 itu lo, ma! " Terang Salsa. Bunda menyimak dengan seksama, lalu mengambil nafas panjang, " Salsa, bunda... Setuju !!!! " Sorak bunda.

Paginya... Tepat Saat Idul Fitri Berlangsung...

" Mohon maaf lahir dan batin ya, bu... " Kata bunda Salsa sopan kepada mama Cacha. Keluarga Cacha memang bisa dibilang mampu, karena kakek buyut Cacha adalah seorang kaisar agung dijaman dinasti Syailendra, WOW ! Maka, terang saja harta beliau tak habis 7 turunan.... " Kamu udah silaturahmi ke eyangkung dan eyangti mu? " Tanya Cacha. " Udah, kok... Tenang aja... Insya Allah lebaran kita lancar... " Jawab Salsa.

Sungguh, ini adalah lebaran terindah bagi Salsa, bunda dan kak Chika, bisa menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga Cacha dan bu Dika di Bali, " RAMADHAN, YA... RAMADHAN... " Kata Salsa memeluk bundanya penuh kasih sayang.