SD Islam Al – Kautsar mengadakan Camping, sekolahnya mengadakan camping agar anak – anaknya tidak lagi manja. Sekolahnya tidak ingin murid – muridnya malas seperti A
Besok semua kelas mengikuti camping bersama kecuali kelas satu , karena siswa – siswanya masih sering nangis dan ngompol. Karena saat hari sekolah saja sudah banyak yang nangis karena minta pulang. Sebenarnya pulangnya masih pukul 10.30 WIB.
Anisa masih kelas lima karena kebiasaan buruknya yaitu bermain dan tak pernah belajar ia selalu bemain laptop yang diberi oleh mama dan papanya sebagai hadiah ulang tahun. Anisa dan sekelompok gengnya minta tetap satu kelompok.
Tetapi saat tidak diperbolehkan ia melaporkan ke mamanya karena mamanya adalah kepala sekolah sekolahnya. Karena guru kelas Anisa takut dimarahi oleh kepala sekolah terpaksa ia satu kelompok.
Tetapi karena kesombongan Anisa karena ia adalah orang kaya tidak ada yang ingin sekelompok dengannya,jadi kalau Camping Anisa hanya dengan kedua temannya dan semua geng Anisa yaitu Anisa, Alena, dan Alia ia bertiga paling takut dengan gelap, apalagi saat camping pad waktu tidur malam ia takut tidur sendiri di tenda.
Tak terasa nanti setelah pulang sekolah akan diadakan camping. Sesaat sudah pulang masih ada pengarahan agar tidak tersesat di hutan. Karena pebedaan sekarang dan tahun kemain sangat berbeda karena sekarang kita camping ditengah hutan Anisa dan gengnya pun tambah takut.
Dan geng Anisa berkata takuuuuuut, semua siswa mengatawakannya dan bersorak huuuu makanya jangan kesombongan. Hal itu dilupakan dan Bu Yuliana pun melanjutkan pembicaraannya bahwa setiap ketua kelompok harus mengambil gulungan kertas yang ditulis apa yang harus dicari ditengah hutan.
Dan kelompok Anisa disuruh untuk mencari kayu untuk api unggun dan harus mencari salah satu binatang yang dapat menjaga tendanya. Tetapi ia bertiga takut dihutan dan dengan binatang buas apalagi binatang buasnya harus dijinakkan sendiri.
Saat sedang mencari bnatang buas ternyata ada sekumpulan singa yang mengerubuuti kelompok Anisa. Anisapun berteriak dan tidak ada yang mendengar karena ia berada di tengah hutan, dan dikaki mereka terlihat banyak darah yang mengalir dan banyak terlihat lampu – lampu kecil dikukunya dan iapun senang dan ia tidak menyadari bahwa itu adalah kunang – kunang.
Dan ia melihat lebih jelas ia baru sadar kalau itu adalah kunang – kunang ia pun tambah takut dan ia berlari dan akhirnya ia menemukan tendanya, huuuuuuuuuh akhirnya kita sampai di tenda kita Alia dan Alena berkata. Tetapi mengapa Anisa terus kebingungan tanya kedua temannya. Ternyata ia kebingungan karena ia tidak menemukan guru – gurunya dan teman-temannya.Ternyata ia salah tenda itu adalah tenda sekolah lain yang juga camping disitu.
Iapun kecewa, diapun menangis sambil berteriak tolong – tolong. Tak lama kemudian ada seseorang yang mendengar ternyata itu adalah penculik,iapun dibawa entah kemana. Tambah lama iapun berhenti menangis dan Anisa berkata kepada Alia dan Alena “Bagaimana kita pulang ke Rumah” padahal besok pagi ia harus pulang. Iapun memikirkan caranya untuk keluar dari mobil bak terbuka itu.Ternyata diantara mereka bertiga tidak ada yang bisa memikirkan karena mempunyai rasa takut ter tangkap basah oleh penculik itu.
Saat melewati pegunungan iapun melihat bis sekolahnya dan melihat gurunya. Gurunya tidak ada yang berani pulang ke Jakarta. Karena takut dimarahi oleh Kepala Sekolah. Guru – guru itupun melihat semua mobil bak terbuka dan ada anak – anaknya. Saat melihat mobil bak terbuka seorang murid berteriak ‘’ Pak ada anak yang dibawa didalamnya dan anak itu seperti Anisa, Alia, dan Alena.’’ Pak gurupun menghafal dan menulis nomor plat mobil itu. Lalu pak gurupun langsung menelpon Pak polisi.
Tak lama Pak gurupun mendapat telepon dari Pak polisi, pak poisi berkata,’’ Saya sudah menemukan mobil itu dan saya mengetahui orang itu ia sering menculik anak – anak, apak tenang saja saya akan menghukum dia dengan cara saya penjara, dan bapak bisa dating ke Kantor polisi cabang Puncak pas.’’ Baik saya akan kesana dan saya akan mengambil ketiga anak itu, sesampai dikantor polisi murid – muridpun melihat Anisa, Alena, dan Alia ia bertigapun langsung dibawa masuk ke bis.
Dan perjalanan merekapun diakhiri dengan keseangan maka dari itu pak guru memberi tahu kepada mereka bertiga agar tidak sombong lagi. Semuanyapun diakhiri dengan kesenangan. Sesampainya di sekolah iapun langsung menyari mamanya dan setiap hari iapun berbeda tingkah lakunya. Karena ia tahu kalau tingkah lakunya selama ini salah.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar