Sabtu, 05 September 2009

PAPUA Oleh: Rachma

Namaku adalah Intan. Aku tinggal di Papua. Aku akan menceritakan tentang Papua. Dan aku termasuk Suku Dani.. Papua adalah sebuah Provinsi di Indonesia yang terletak di bagian tengah Pulau Papua… Atau bagian paling timur dari Irian Jaya. Dan Belahan timurnya dalah Negara Papua Nugini. Dulu bagian Papua mencakup seluruh wilayah Papua bagian Barat, sehingga sering disebut Papua Barat. Organisasi Papua Merdeka atau OPM.

Ibukota Pulau Papua adalah Kota Jayapura. Luas Papua kurang lebih 309.934,4 km² itu setelah pembentukan Papua Barat. Dan ada 658.294,69 km² lautan sedangkan daratan 47.350,42 km². Sedangkan Papua mempunyai pulau 632 pulau besar dan 632 pulau kecil.
Dari Papua terdapat suku – suku. Kalau penduduk Papua ada 52 %, sedangkan Non Papua / Pendatang ada 48 %.Kalau dari Papua ada Suku Aitinyo, Suku Aefak, Suku Asmat, Suku Agast, Suku Dani, Suku Ayamaru, Suku Mandacan, Suku Biak, dan Suku Serui.. Kalau dari Non Papua / Pendatang ada Suku Jawa, Suku Makassar, Suku Batak, dan Suku Manado..

Apabila agama terdapat Protestan 51,2 % , Katolik 25,42 % , Islam 23%, Budha 0,03, Hindu 0,25, dan lain-lain 1 %. Sedangkan Bahasa terdapat Bahasa Indonesia, dan 268 Bahasa Daerah lainnya. Dan tentang Lagu Daerahnya adalah Lagu Apuse, dan Yamko Rambe Yamko.

Kalau penduduk Papua ada 2.093.000, itu pada tahun 2002. Kalau sekarang aku tidak tahu…. Dan sekarang kita akan berbicara tentang nama – nama kabupaten serta Ibu Kotanya…. Kabupaten Asmat dengan Ibu kota Agast, Kabupaten Biak Numfor dengan Ibu kotanya Biak, Kabupaten Boven Digoel dengan Ibu kotanya Tanah Merah, Kabupaten Deiyai dengan ibu kotanya Tigi, Kabupaten Dogiyai dengan Ibu kotanya Kigamani, Kabupaten Intan Jaya dengan Ibu kotanya Sugapa, Kabupaten Jaya Pura dengan Ibu kotanya Sentani, dan lain – lain…

Dan teman – teman tahu tidak bagaimana gambar lambang Papua ??? Kalau belum tahu ini adalah Lambang Papua.




Pada masa pemerintahan kolonial Hindia-Belanda, wilayah ini dikenal sebagai Nugini Belanda (Nederlands Nieuw-Guinea atau Dutch New Guinea). Setelah berada di bawah penguasaan Indonesia, wilayah ini dikenal sebagai Provinsi Irian Barat sejak tahun 1969 hingga 1973. Namanya kemudian diganti menjadi Irian Jaya oleh Soeharto pada saat meresmikan tambang tembaga dan emas Freeport, nama yang tetap digunakan secara resmi hingga tahun 2002.
Nama provinsi ini diganti menjadi Papua sesuai UU No. 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua. Pada tahun 2004, disertai oleh berbagai protes, Papua dibagi menjadi dua provinsi oleh pemerintah Indonesia bagian timur tetap memakai nama Papua sedangkan bagian baratnya menjadi Provinsi Irian Jaya Barat (sekarang Papua Barat). Bagian timur inilah yang menjadi wilayah Provinsi Papua pada saat ini.
Kata Papua sendiri berasal dari bahasa melayu yang berarti rambut keriting, sebuah gambaran yang mengacu pada penampilan fisik suku-suku asli.
Kelompok suku asli di Papua terdiri dari 255 suku, dengan bahasa yang masing-masing berbeda. Suku-suku tersebut antara lain: Ansus, Amungme,Asmat,Ayamaru,Bauzi,Biak,Dani,Epur,Hatam,Iha,Kamaro,Mee,Meyakh,Moskona,Nafri,Sentani,Souk,Waropen,Wamesa,Muyu, Tobati,Enggros,Korowai, Fuyu,dll.
Honai adalah rumah khas Papua. Rumah Honai terbuat dari kayu dengan atap berbentuk kerucut yang terbuat dari jerami atau ilalang. Honai sengaja dibangun sempit atau kecil dan tidak berjendela yang bertujuan untuk menahan hawa dingin pegunungan Papua. Honai biasanya dibangun setinggi 2,5 meter dan pada bagian tengah rumah disiapkan tempat untuk membuat api unggun untuk menghangatkan diri. Rumah Honai terbagi dalam tiga tipe, yaitu untuk kaum laki-laki (disebut Honai), wanita (disebut Ebei), dan kandang babi (disebut Wamai). Aku tinggal bersama ibuku… Di rumah Ebei. Sedangkan ayahku tinggal bersama adikku.. Dirumah Honai…
Aku bersama warga – warga lain biasa makan Papeda atau bubur sagu. Papeda atau bubur sagu merupakan makanan pokok masyarakat Maluku dan Papua. Makanan ini terdapat di hampir semua daerah di Maluku dan Papua. Papeda dibuat dari tepung sagu. Pembuatnya para penduduk di pedalaman Papua. Tepung sagu dibuat dengan cara menokok batang sagu. Pohon yang bagus untuk dibuat sagu adalah pohon yang berumur antara tiga hingga lima tahun. Mula-mula pokok sagu dipotong. Lalu bonggolnya diperas hingga sari patinya keluar. Dari sari pati ini diperoleh tepung sagu murni yang siap diolah. Tepung sagu kemudian disimpan di dalam alat yang disebut tumang. Papeda biasanya disantap bersama kuah kuning, yang terbuat dari ikan tongkol atau ikan mubara dan dibumbui kunyit dan jeruk nipis.
Suku Asmat adalah sebuah suku di Papua. Suku Asmat dikenal dengan hasil ukiran kayunya yang unik. Populasi suku Asmat terbagi dua yaitu mereka yang tinggal di pesisir pantai dan mereka yang tinggal di bagian pedalaman. Kedua populasi ini saling berbeda satu sama lain dalam hal dialek, cara hidup, struktur sosial dan ritual. Populasi pesisir pantai selanjutnya terbagi ke dalam dua bagian yaitu suku Bisman yang berada di antara sungai Sinesty dan sungai Nin serta suku Simai. Ada banyak pertentangan di antara desa berbeda Asmat. Yang paling mengerikan adalah cara yang dipakai Suku Asmat untuk membunuh musuhnya. Ketika musuh dibunuh, mayatnya dibawa ke kampung, kemudian dipotong dan dibagikan kepada seluruh penduduk untuk dimakan bersama. Mereka menyanyikan lagu kematian dan memenggalkan kepalanya. Otaknya dibungkus daun sago yang dipanggang dan dimakan. Sekarang biasanya, kira-kira 100 sampai 1000 orang hidup di satu kampung. Setiap kampung punya satu rumah Bujang dan banyak rumah keluarga. Rumah Bujang dipakai untuk upacara adat dan upacara keagamaan. Rumah keluarga dihuni oleh dua sampai tiga keluarga, yang mempunyai kamar mandi dan dapur sendiri. Hari ini, ada kira-kira 70.000 orang Asmat hidup di Indonesia. Mayoritas anak-anak Asmat sedang bersekolah.
Suku Dani adalah salah satu suku bangsa yang terdapat di Wamena, Papua, Indonesia. Suku-suku lain yang terdapat di daerah ini antara lain Yali dan Lani. Suku Yali adalah salah satu suku yang mendiami bagian selatan di antara perbatasan Wamena dan Merauke, sedangkan suku Lani mendiami bagian sebelah barat dari suku Dani. Ketiga suku ini memiliki ciri khas masing-masing baik dari segi budaya, adat istiadat, dan bahasa.
Pegunungan Jayawijaya adalah nama untuk deretan pegunungan yang terbentang memanjang di tengah provinsi Papua Barat dan Papua (Indonesia) hingga Papua Newguinea di Pulau Irian. Deretan Pegunungan yang mempunyai beberapa puncak tertinggi di Indonesia ini terbentuk karena pengangkatan dasar laut ribuan tahun silam. Meski berada di ketinggian 4.800 mdpl, fosil kerang laut, misalnya, dapat dilihat pada batuan gamping dan klastik yang terdapat di Pegunungan Jayawijaya. Karena itu, selain menjadi surganya para pendaki, Pegunungan Jayawijaya juga menjadi surganya para peneliti geologi dunia. Pegunungan Jayawijaya juga merupakan satu-satunya pegunungan dan gunung di Indonesia yang memiliki puncak yang tertutup oleh salju abadi. Meskipun tidak seluruh puncak dari gugusan Pegunungan Jayawijaya yang memiliki salju. Salju yang dimiliki oleh beberapa puncak bahkan saat ini sudah hilang karena perubahan cuaca secara global.
’’Sejarah Terbentuknya Pegunungan Jayawijaya’’
Menurut teori geologi, awalnya dunia hanya memiliki sebuah benua yang bernama Pangea pada 250 juta tahun lalu. Benua Pangea pecah menjadi dua dengan membentuk benua Laurasia dan benua Eurasia. Benua Eurasia pecah kembali menjadi benua Gonwana yang di kemudian hari akan menjadi daratan Amerika Selatan, Afrika, India, dan Australia.
Pengendapan yang sangat intensif terjadi di benua Australia, ditambah terjadinya tumbukan lempeng antara lempeng Indo-Pasifik dengan Indo-Australia di dasar laut. Tumbukan lempeng ini menghasilkan busur pulau, yang juga menjadi cikal bakal dari pulau dan pegunungan di Papua.
Akibat proses pengangkatan yang terus-menerus, sedimentasi dan disertai kejadian tektonik bawah laut, dalam kurun waktu jutaan tahun menghasilkan pegunungan tinggi seperti yang bisa dilihat saat ini.
Bukti bahwa Pulau Papua beserta pegunungan tingginya pernah menjadi bagian dari dasar laut yang dalam dapat dilihat dari fosil yang tertinggal di bebatuan Jayawijaya. Sekian dari aku dadah…..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar