Puasa Itu Lebih Baik
"Aduh... Hausnya...", Rengek Dido seraya mengelus-elus tenggorokannya yang sudah kering tanpa air. " Minum saja ah...", Batinnya sambil menatap lurus kearah dapur. Dengan berjingkat sedikit demi sedikit dapur telah ada di depan mata Dido. "Fiuh!", Ucapnya lega lalu menyeka peluhnya.
Sudah beberapa kali Dido berbuat seperti ini. Diam-diam berbuka memang adalah hobinya. Tiap pulang sekolah, tanpa sepengetahuan bunda ia berjingkat kearah dapur lalu mengeluarkan segelas susu dingin dari dalam kulkas juga roti panggang bekas sahur. Seperti saat ini, dua camilan favoritnya itu telah terhidang di hadapannya. Dengan mata berbinar-binar dia berkata "Ya Allah... Maafin Dido ya.. Dido gak kuat nih...", Permohonan maaf seperti itulah yang biasa ia katakan.
Hap! dido mengambil gelas susu. Tapi, ketika ia baru ingin meneguk susu segar itu, susu itu bagai tak bergerak alias diam di tempat alias membeku alias TIDAK BISA DIMINUM!. "Aduuuuuuuuuh.... Dasar susu pemalu! Pake gak mau keluar segala lagi!" Protes Dido yang kini tengah mengetuk-ngetuk badan gelas namun hasilnya nihil. " Aaaaaah...", Dido kini meletakkan kembali gelas susu itu. " Lebih baik aku makan roti dulu deh..." Ucap Dido pelan. Namun, peristiwa aneh kembali terjadi, Roti itu tak bisa diangkat dari piring! "Aduuh!!!!!!!! kok gak biasanya sih.....", Rengek Dido.
" Kami tidak mau dimakan olehmu!!!!!!!!", Tiba-tiba Roti dan susu itu berbicara!. " Ke...ke...kenapa kalian bisa bicara?????", Tanya Dido gagap sembari menunjuk-nunjuk mulutnya. " Yaiyalah!" Jawab roti. " Pokoknya kami tidak mau dimakan olehmu! Sekarangkan bulan puasa, kita tak boleh makan dan minum dari saat matahari terbit hingga terbenam!" Sambung susu." Habis itu, apa urusannya dengan kalian??", Sahut Dido ketus. " Hei Dido, puasa itu sangat bermanfaat bagi kita tau! Rugi deh kalau kamu gak puasa!" Jelas roti. "Rugi kenapa???? Kan aku laper...", Dido memberi alasan. " Gini loh, puasa itu kan hanya sebulan dalam setahun, nah, saat puasa inilah kita membersihkan isi perut kita atau makanan yang sudah menumpuk di perut kita agar tidak terlalu banyak. Daaaaaaan.... Puasa itu juga berguna untuk kesehatan...", susu menjelaskan layaknya seorang guru." Humm... Tapi kok, aku gak kurus-kurus?" Tanya Dido." Emangnya puasa buat terapi pelangsingan apa?" Balas roti. Spontan ketiganya tertawa cekikikan.
“ Lebih baik langsung aku jelasin aja ya.... Apa manfaat puasa..”, Kata roti kembali mengawali pembicaraan. “ Ok!”, Jawab susu dan Dodi serempak. “ Jadi begini murid-muridku yang manis...., Puasa berguna untuk:
1. Membuat kita lebih Taqwa kepada Allah.
2. Mendapatkan pahala yang banyak.
3. Memberikan efek yang menyehatkan tubuh juga menyembuhkan banyak
penyakit.
4. Melatih kita untuk menahan nafsu.
5. Mendorong kita untuk selalu berbuat kebaikan.
6. Bisa memasukkan kita kedalam surga bila kita sudah meninggal.
7. Melatih sabar, menahan emosi, jujur, disiplin, pengaturan diri, dll.
8. Mempersempit jalan aliran darah dimana para setan berlalu-lalang .
9. Mempererat tali silaturahmi saat sahur dan buka bersama.
10. Menghilangkan dosa dan dapat saling maaf-maafan.
Nah... Semuanya sudah mengerti????”, Tanya roti. “ Ya Bu Guru..”, Jawab susu dan Dodi serempak.
“ Oooooo, jadi puasa itu baik banget bagi kesehatan ya?? Juga banyak manfaat laninnya, betul gak?” Dodi bertanya pada susu dan roti. “ Bener Dodi, pada akhirnya puasa membawa kita pada kenikmatan tersendiri”, Jawab susu. “ Iya, kalian berdua benar!”, Timpal roti.” Sekarang, jadi mau berbuka gak?”, Tanya susu dan roti.” Eh...oh... Iya, soalnya aku laper... Banget!” Balas Dodi. “ Yaah... Berarti kamu belum mengerti dong...”” Iya, padahal kita udah capek banget mengajarkan semuanya”, Susu dan roti hampir putus asa.” Hehehehehe, tenang... Aku hanya bercanda kok, just kidding...”, Jawab Dodi. “ DODI!!!!!!”, Teriak susu dan roti.
Tak lama setelah itu, Adzan Maghrib berkumandang. “ Alhamdulillah...”, Ucap Dodi lega. Setelah membaca doa, Dodi segera berbuka. “Susu, roti, sekarang aku boleh kan makan kalian?”, Tanya Dodi. “Dengan senang hati!”, Jawab susu dan roti hampir bersamaan. Tak lama setelah itu, Bunda Dodi datang beserta Ayah Dodi. Mereka lalu berbuka bersama. “ Hhhhh... Ternyata berbuka pada waktunya lebih enak. Benar kata roti dan susu rasa kebersamaan jadi lebih terasa. Alhamdulillah tadi aku bertemu mereka berdua, kalau tidak mungkin akan seterusnya aku berbuka diam-diam”, Syukur Dodi dalam hati.
Mulai saat itu, Dodi tak pernah berbuka diam-diam lagi. Ia lebih senang berpuasa full dan berbuka bersama keluarganya. Ternyata puasa itu lebih baik ya???????
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar